Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Bupati Malra Hadiri Festival Buka Sasi Teluk Un 2026

Taar, Liputan21.com — Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, menghadiri rangkaian Festival Buka Sasi Teluk Un Tahun 2026 yang berlangsung di Ohoi Taar, Kecamatan Dullah Selatan Kota Tual, Senin (26/10/2026).

Kehadiran Bupati Muhamad Thaher Hanubun menjadi bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara terhadap pelestarian adat dan budaya masyarakat Kei, khususnya tradisi Sasi Teluk Un Taar Kota Tual yang sarat dengan nilai kearifan lokal serta semangat menjaga kelestarian sumber daya laut.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan adat di Gapura Pintu Masuk Fid Dehir sekitar pukul 16.30 WIT.

Setelah penyambutan, Bupati bersama rombongan menuju Rumah Kepala Ohoi Taar untuk mengikuti ritual adat. Selanjutnya, rombongan bergerak menuju Jembatan Lairo Ohoi Taar, sebelum melanjutkan perjalanan ke Teluk Un Ohoi Taar.

Di lokasi tersebut berlangsung ritual pembukaan Sasi Teluk Un yang dijadwalkan sekitar pukul 17.30 WIT.

Usai ritual buka sasi, kegiatan dilanjutkan dengan syukuran di Rumah Kepala Ohoi Taar.
Festival Buka Sasi Teluk Un 2026 berlanjut pada Selasa (27/10/2026) melalui kegiatan Tikam Ikan di Sero yang dipusatkan di Hoat Un Ohoi Taar.

Kegiatan diawali dengan persiapan pada pukul 07.30 WIT dan dilanjutkan Tikam Ikan mulai pukul 08.00 WIT hingga selesai.

Rangkaian festival kemudian ditutup dengan Makan Patita di Gazebo Tavidu Beach Ohoi Taar pada Selasa malam.

Bagi masyarakat Kei, tradisi Sasi merupakan bentuk kearifan lokal dalam mengatur pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana. Sasi menjadi mekanisme adat untuk menjaga kelestarian laut sekaligus memastikan hasil alam tetap tersedia bagi masyarakat dan generasi mendatang.

Kehadiran Bupati Muhamad Thaher Hanubun menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara untuk terus mendukung pelestarian adat, budaya, dan kearifan lokal sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.

Festival Buka Sasi Teluk Un bukan sekadar tradisi adat, tetapi juga menjadi pengingat bahwa menjaga laut merupakan tanggung jawab bersama demi keberlanjutan kehidupan masyarakat Kei.

Posting Komentar

0 Komentar