Prosesi pembongkaran masjid pertama tersebut berlangsung khidmat dan diawali dengan lantunan sholawat. Kehadiran Bupati sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap rencana pembangunan kembali rumah ibadah yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Ohoi Selayar dan sekitarnya.
Dalam sambutannya, Bupati Thaher Hanubun mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu dan bergotong royong dalam membangun kembali Masjid Al-Mujibah.
Ia menegaskan, pembangunan rumah ibadah tidak boleh dilakukan secara terpisah-pisah. Menurutnya, perbedaan dalam politik maupun kehidupan sosial merupakan hal yang biasa, namun ketika menyangkut pembangunan masjid dan gereja, masyarakat harus bersatu.
“Apakah kita mampu membangun yang baru? Saya tanya kepada masyarakat Selayar dan sekitarnya, termasuk para imam dan seluruh yang hadir, apakah kita bisa bersatu untuk membangun masjid ini?” tanya Bupati.
Thaher mengatakan, masjid yang akan dibangun tersebut merupakan bagian dari perjuangan masyarakat untuk mendapatkan jalan menuju Allah SWT dan menjadi amal bagi generasi yang akan datang.
“Pekerjaan manusia boleh dihalangi, tetapi pekerjaan Allah tidak boleh. Kita membuat masjid ini untuk jalan menuju surga,” ujarnya.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk menghilangkan perbedaan dan mengedepankan persatuan dalam proses pembangunan Masjid Al-Mujibah.
“Kita boleh berbeda, tetapi dalam membangun masjid dan gereja kita harus menyatu menjadi satu. Kalau kita bercerai-berai, lalu bagaimana kita bisa membangun?” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Thaher juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara untuk membantu pembangunan kembali Masjid Al-Mujibah.
Ia menyebut, sebelumnya telah tersedia anggaran dasar sebesar Rp500 juta.
Pada kesempatan tersebut, Bupati kembali menyatakan dukungan tambahan sebesar Rp500 juta sehingga total dukungan awal pemerintah daerah menjadi Rp1 miliar.
“Anggaran dana dasarnya sudah ada Rp500 juta. Hari ini saya tanda tangan lagi, tambah Rp500 juta,” ungkapnya.
Menurut Thaher, dukungan tersebut diharapkan menjadi modal awal pembangunan masjid. Ia juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan tenaga kerja lokal sehingga dapat menekan biaya pembangunan.
Bupati mencontohkan pembangunan masjid di Dian Pulau yang melibatkan tenaga tukang dari masyarakat setempat.
“Tenaga tukangnya dari orang Dian Pulau sendiri, bahkan ada yang dari sini. Itu berarti sudah mengurangi biaya yang dikeluarkan,” jelasnya.
Ia menyebut pembangunan masjid di Dian Pulau menelan anggaran sekitar Rp3,5 miliar. Pengalaman tersebut, kata dia, dapat menjadi contoh bagi masyarakat Ohoi Selayar untuk mengoptimalkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan Masjid Al-Mujibah.
Thaher Hanubun juga menegaskan komitmennya untuk terus membantu pembangunan Masjid Al-Mujibah hingga selesai.
Ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir terkait keberlanjutan dukungan pemerintah daerah.
“Kalau sampai akhir masa tugas saya belum selesai, akan saya anggarkan lagi untuk menyelesaikannya. Jadi jangan khawatir,” tegasnya.
Bupati kembali mengingatkan bahwa kunci utama pembangunan masjid adalah persatuan masyarakat.
Ia berharap seluruh masyarakat Ohoi Selayar dapat mengesampingkan berbagai perbedaan dan bersama-sama bergandengan tangan mewujudkan pembangunan rumah ibadah tersebut.
“Berbeda dalam politik, berbeda dalam hal yang lain itu biasa. Tetapi membangun masjid dan gereja kita harus bersatu, karena ini jalan menuju Allah,” pungkasnya.
Setelah menyampaikan sambutan, prosesi dilanjutkan dengan lantunan sholawat bersama sebelum pembongkaran Masjid Al-Mujibah secara resmi dimulai.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur pemerintah daerah, Camat Manyeuw, tokoh agama, tokoh masyarakat, imam masjid, serta masyarakat Ohoi Selayar dan sekitarnya.
0 Komentar