Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Usai Hadiri Pembongkaran Masjid Al-Mujiba, Bupati Thaher Tinjau Pembangunan Monumen Pater Yohanes Kusters SJ

Langgur, liputan21.com — Usai menghadiri proses penurunan kubah dan pembongkaran Masjid Al-Mujiba di Ohoi Selayar, Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun melanjutkan agenda dengan meninjau pembangunan Monumen Pater Yohanes Kusters SJ di Ohoi Namar, Kecamatan Manyeuw, Sabtu (8/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Thaher melihat secara langsung perkembangan pembangunan monumen yang saat ini memasuki tahap pengecoran dasar. Ia juga berdiskusi dengan sejumlah donatur dan para pekerja yang terlibat dalam pembangunan.

Monumen Pater Yohanes Kusters SJ dibangun sebagai bentuk penghormatan terhadap keteladanan dan karya pelayanan Pater Yohanes Kusters SJ. Kehadirannya diharapkan menjadi simbol inspirasi pelayanan kasih bagi umat Katolik Paroki Namar, sekaligus merefleksikan nilai-nilai iman, pendidikan, dan pengabdian tanpa batas kepada sesama.

Pembangunan monumen tersebut dirancang dengan diameter 10 meter. Patung Pater Yohanes Kusters SJ akan memiliki tinggi 5 meter, dengan pedestal setinggi 3 meter, sehingga keseluruhan monumen mencapai ketinggian 8 meter.

Dari sisi material, patung direncanakan menggunakan bahan bronze, sedangkan pedestal dibuat dari beton dengan finishing batu alam. Area lanskap akan dilengkapi tanaman hias dan paving, sehingga kawasan tersebut dapat menjadi ruang publik yang representatif.

Selain monumen utama, kawasan ini juga dirancang memiliki sejumlah fasilitas pendukung, di antaranya air mancur, lampu taman, bangku taman, serta jalur pedestrian.

Kehadiran Bupati Thaher di lokasi pembangunan menjadi bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara terhadap berbagai inisiatif masyarakat yang memiliki nilai sosial, budaya, sejarah, pendidikan, dan keagamaan.

Monumen Pater Yohanes Kusters SJ diharapkan tidak hanya menjadi bangunan fisik atau penanda sejarah, tetapi juga menjadi ruang refleksi yang menghidupkan kembali semangat pelayanan kasih, pengabdian, dan keteladanan bagi generasi Maluku Tenggara di masa mendatang.

Bagi masyarakat Ohoi Namar dan umat Katolik Paroki Namar, pembangunan monumen ini menjadi bagian penting dalam menjaga nilai-nilai keteladanan serta warisan pelayanan yang telah memberikan inspirasi bagi kehidupan bersama di Kabupaten Maluku Tenggara.

Posting Komentar

0 Komentar