Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Ketua DPD PERPAMSI Maluku Dorong Solidaritas BUMD Air Minum Demi Ketahanan Air Kepulauan

Langgur, Liputan21.com – Ketua DPD Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI) Provinsi Maluku, Calvin Devry Tahamata, SE., M.Si, menegaskan pentingnya memperkuat solidaritas antar-BUMD Air Minum dalam menghadapi berbagai tantangan penyediaan air bersih di wilayah kepulauan Maluku.

Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Antar Perusahaan Air Minum Daerah (MAPAMDA) Maluku Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Langgur, Rabu (8/7/2026).

Mengusung tema "PERPAMSI Maluku Sebagai Rumah Bersama: Satu Visi, Sejuta Tetes, Tingkatkan Solidaritas Sesama BUMD Air Minum sebagai Sarana Transformasi untuk Ketahanan Air Kepulauan yang Berkelanjutan," Calvin mengatakan forum MAPAMDA menjadi wadah strategis memperkuat kolaborasi seluruh Perumda Air Minum di Maluku.

Ia menjelaskan, kepengurusan DPD PERPAMSI Maluku yang terbentuk pada 15 Desember 2022 di Ambon telah melaksanakan agenda organisasi secara konsisten, mulai dari Rapat Kerja Daerah di Masohi pada 2023, kegiatan di Kota Tual pada 2024, hingga penyelenggaraan MAPAMDA 2026 di Kabupaten Maluku Tenggara.

Menurut Calvin, Kabupaten Maluku Tenggara menjadi tuan rumah setelah Bupati Muhamad Thaher Hanubun menawarkan diri untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut demi menjaga kesinambungan agenda organisasi.

Dalam paparannya, Calvin menyebutkan sebagian besar kabupaten/kota di Maluku telah memiliki Perumda Air Minum berbadan hukum sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017, meski masih terdapat daerah yang perlu menyelesaikan proses perubahan status kelembagaan.

Ia juga memaparkan hasil evaluasi tingkat kesehatan BUMD Air Minum berdasarkan indikator Kementerian PUPR, di mana sejumlah Perumda di Maluku telah masuk kategori sehat, termasuk Perumda Air Minum Tirta Evav Sejahtera Kabupaten Maluku Tenggara.

Namun demikian, menurutnya masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi, antara lain regulasi perizinan pengambilan air tanah dan air permukaan, penyusunan Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM), kewajiban pembayaran pajak air, hingga dampak perubahan iklim yang memengaruhi ketersediaan sumber air baku.

"RPAM sangat penting untuk memastikan kualitas air minum tetap aman bagi masyarakat. Karena itu kami mendorong seluruh Perumda segera menyusun dokumen tersebut," ujarnya.

Calvin juga mengajak seluruh peserta MAPAMDA memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan, peningkatan kompetensi, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi di sektor penyediaan air minum.

Selain itu, ia mendorong upaya konservasi sumber daya air melalui pembangunan sumur resapan, perlindungan daerah tangkapan air, dan pengendalian intrusi air laut sebagai langkah menjaga ketahanan air di wilayah kepulauan.

Di akhir sambutannya, Calvin menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, jajaran panitia, serta seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan MAPAMDA 2026.

Ia juga berpamitan kepada seluruh peserta karena masa jabatan kepengurusan DPD PERPAMSI Maluku periode 2022–2026 akan segera berakhir.

"Semoga kepengurusan yang akan datang semakin solid dan mampu membawa sektor air minum di Provinsi Maluku menjadi lebih maju," tutupnya.

Posting Komentar

0 Komentar