Kegiatan yang berlangsung di Ohoimel Resort, Ohoilir, Rabu (17/6/2026), diikuti oleh 59 kader Posyandu dari wilayah kerja Puskesmas Ohoira, Wab, Debut, Danar, dan Uwat. Pembekalan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam memanfaatkan pangan lokal sebagai sumber gizi yang sehat, bergizi, dan berkelanjutan bagi ibu hamil serta balita.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Muchsin Rahayaan, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Perbaikan Gizi Masyarakat yang didukung melalui Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Tahun 2026.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mendorong kemandirian pangan dan gizi keluarga secara berkelanjutan dalam menyediakan makanan berkualitas bagi ibu hamil dan balita dengan memanfaatkan keragaman pangan lokal yang tersedia di daerah,” ujar Muchsin.
Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa stunting masih menjadi tantangan penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan kecerdasan dan kualitas generasi masa depan.
Meski demikian, Bupati mengapresiasi capaian Maluku Tenggara yang berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data terbaru April 2026, prevalensi stunting di Maluku Tenggara telah turun menjadi 10,31 persen.
“Namun dari 6.586 balita masih terdapat 679 anak yang mengalami stunting. Karena itu saya meminta seluruh camat, kepala ohoi, tenaga kesehatan, dan kader Posyandu untuk bersama-sama menemukan serta mendampingi mereka,” tegas Hanubun.
Bupati juga menekankan pentingnya pemanfaatan pangan lokal yang melimpah di Maluku Tenggara sebagai sumber gizi keluarga. Menurutnya, berbagai bahan pangan yang tersedia di daerah harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu hamil.
Melalui pembekalan ini, para kader Posyandu diharapkan mampu menjadi ujung tombak edukasi masyarakat dalam penyediaan makanan bergizi berbasis pangan lokal.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat gerakan bersama menuju Maluku Tenggara yang bebas stunting serta melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
0 Komentar