Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Satu Piring MBG, Dua Dampak: Thaher Bidik Gizi Anak Dan Ekonomi UMKM Kei

Malra, Liputan21.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal. Pesan itu ditegaskan Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun, saat menghadiri Seremoni Makan Bergizi Gratis bersama UMKM dalam rangka HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Senin (5/10/2026).

Mengambil momentum peringatan HUT ke-81 TNI, Thaher menegaskan bahwa kehadiran negara harus dirasakan langsung masyarakat. Menurutnya, MBG merupakan salah satu bentuk nyata kolaborasi pemerintah, TNI, Polri, pelaku UMKM, serta masyarakat dalam membangun kesejahteraan dari tingkat paling bawah.

“Dengan cara ini, satu piring MBG akan memberi dua manfaat sekaligus. Anak-anak kita tumbuh sehat, dan dapur ekonomi masyarakat terus mengepul,” tegas Thaher.
Bupati menyebut pelaksanaan MBG di Maluku Tenggara memiliki dampak ekonomi yang luas. 

Setiap hari, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membutuhkan berbagai bahan pangan seperti beras, ikan, telur, sayur dan buah. Perputaran belanja tersebut kemudian menyentuh petani, nelayan, pedagang, juru masak, relawan hingga pengantar makanan.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara berkomitmen memperkuat keterlibatan pelaku ekonomi lokal. Pangan lokal Kei seperti ikan, enbal, sayur dan buah hasil kebun masyarakat didorong menjadi bagian dari rantai pasok MBG.

Selain itu, Koperasi Desa Merah Putih, BUMDes dan kelompok usaha di ohoi akan didorong menjadi pemasok dapur MBG. Pemerintah daerah juga akan mendampingi UMKM agar mampu memenuhi standar mutu dan keamanan pangan, termasuk dalam aspek perizinan, sertifikasi dan akses permodalan.

“Program sebesar ini tidak bisa dikerjakan satu pihak saja,” ujar Thaher. Ia menegaskan pentingnya sinergi pemerintah daerah bersama TNI dan Polri mulai dari pendataan penerima manfaat, dukungan perizinan, pengawasan keamanan makanan hingga distribusi.

Dalam kesempatan tersebut, Thaher juga menyoroti percepatan pembangunan dapur SPPG, terutama di wilayah terpencil seperti Kei Besar dan pulau-pulau kecil yang masih menghadapi persoalan stunting.

Menariknya, hidangan dalam seremoni tersebut disediakan oleh Kantin UMKM Lanud Dumatubun. Menurut Thaher, pola tersebut menunjukkan bahwa program MBG dapat menciptakan manfaat langsung bagi pelaku usaha lokal karena nilai belanja dan pengelolaannya berputar di tengah masyarakat.

Di sisi lain, Thaher memberikan apresiasi kepada jajaran Lanal Tual, Kodim 1503/Maluku Tenggara–Tual, Lanud Dominikus Dumatubun serta seluruh unsur TNI dan Polri yang selama ini bersinergi dengan pemerintah daerah.

Ia menilai keamanan merupakan fondasi penting pembangunan. Nelayan membutuhkan rasa aman untuk melaut, pedagang untuk berusaha dan anak-anak untuk belajar. 

Semangat tersebut, kata Thaher, sejalan dengan falsafah masyarakat Kei, Ain Ni Ain—satu, saling memiliki dan saling menjaga.

Mengakhiri sambutannya, Thaher mengajak TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat terus bergandengan tangan membangun Maluku Tenggara yang aman, maju dan sejahtera.

“TNI Kuat Bersama Rakyat!” serunya.

Posting Komentar

0 Komentar