Komitmen tersebut disampaikan Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, saat menyerahkan bantuan bencana alam dan alat bantu disabilitas tahun 2026 kepada para penerima manfaat.
Dalam sambutannya, Thaher mengatakan, kehadiran pemerintah tidak boleh hanya sebatas menjalankan tugas administratif, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata untuk mengayomi, melindungi, dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Pemerintah daerah hari ini hadir di tengah-tengah Bapak dan Ibu sekalian bukan hanya sebagai pelaksana tugas administratif, melainkan sebagai wujud nyata dari kehadiran pemerintah untuk mengayomi, melindungi, dan membantu warganya,” tegas Thaher.
Menurutnya, bantuan bagi korban bencana alam diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang mengalami kerugian sekaligus mempercepat proses pemulihan kehidupan dan ekonomi keluarga.
Thaher mengakui, bantuan yang diberikan pemerintah tidak mungkin menggantikan seluruh kerugian yang dialami masyarakat akibat bencana. Namun, bantuan tersebut diharapkan menjadi stimulus agar para korban dapat segera bangkit dan kembali menjalankan kehidupan secara normal.
“Bantuan ini mungkin tidak dapat menggantikan seluruh kerugian yang dialami. Namun, kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban, mempercepat pemulihan ekonomi keluarga, dan menjadi stimulus agar Bapak dan Ibu sekalian bisa segera bangkit kembali,” ujarnya.
TEGASKAN MALRA RAMAH DISABILITAS
Selain bantuan bencana alam, Pemkab Maluku Tenggara juga menyerahkan sejumlah alat bantu bagi penyandang disabilitas.
Thaher menegaskan, pemberian alat bantu tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk membangun daerah yang inklusif dan ramah terhadap penyandang disabilitas.
Ia menekankan, keterbatasan fisik bukanlah penghalang bagi seseorang untuk berkarya, beraktivitas, maupun hidup mandiri.
Melalui bantuan seperti kursi roda, tongkat elektrik dan berbagai sarana pendukung lainnya, pemerintah berupaya memastikan hak mobilitas dan produktivitas penyandang disabilitas dapat terpenuhi.
“Keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berkarya dan hidup mandiri,” kata Thaher.
Bupati juga memberikan instruksi tegas kepada perangkat daerah terkait agar proses pendistribusian bantuan dikawal secara ketat.
Ia meminta seluruh bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar berhak, dengan prinsip tepat sasaran, tepat jumlah dan tanpa potongan apa pun.
“Pastikan seluruh bantuan jatuh ke tangan yang tepat, tepat sasaran, tepat jumlah, dan tanpa potongan apa pun,” tegasnya.
Thaher juga meminta pendataan penerima manfaat terus diperbarui secara akurat sehingga tidak ada warga yang sebenarnya berhak menerima bantuan tetapi justru terlewatkan.
AIN NI AIN JADI KEKUATAN SOSIAL
Kepada para penerima manfaat, Thaher meminta bantuan tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memulihkan kehidupan, meningkatkan kemandirian, serta mendukung aktivitas sehari-hari.
Ia juga mengajak pemerintah, pemangku kepentingan, relawan dan seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan kebencanaan.
“Di bawah bingkai Ain Ni Ain, mari kita saling bahu-membahu, peduli terhadap sesama, dan bersama-sama membangun daerah yang kita cintai ini menjadi daerah yang tangguh bencana dan ramah bagi semua warganya,” ajaknya.
Penyerahan bantuan tersebut kemudian secara resmi dilakukan oleh Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun.
Momentum tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa perlindungan sosial, penanganan pascabencana, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas merupakan bagian penting dari pembangunan Maluku Tenggara yang inklusif dan berkeadilan.
0 Komentar