Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Gubernur Maluku Titip 3 Pesan Di MPP XXXVII AMGPM: Pemuda Jangan Jadi Penonton Pembangunan

Ohoira, Liputan21.com — Gubernur Maluku menitipkan tiga pesan penting kepada kader Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) dalam pelaksanaan Musyawarah Pimpinan Paripurna (MPP) XXXVII AMGPM Tahun 2026 yang berlangsung di Gereja Sumber Kasih Ohoira, Kabupaten Maluku Tenggara, Minggu, 18 Oktober 2026.

Pesan tersebut disampaikan melalui sambutan Gubernur Maluku yang dibacakan Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, pada acara pembukaan MPP XXXVII AMGPM. Momentum ini dinilai penting untuk memperkuat peran pemuda gereja dalam kehidupan bergereja, bermasyarakat sekaligus pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Gubernur Maluku menyampaikan kebanggaan dapat kembali berada di tengah keluarga besar AMGPM. Ia menegaskan, AMGPM bukan sekadar organisasi tempat berkumpul dan beraktivitas, tetapi harus menjadi ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, keterampilan dan kesiapan generasi muda menghadapi masa depan.

“Di AMGPM kita belajar melayani, memimpin, menghargai perbedaan, dan belajar menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi,” demikian pesan Gubernur dalam sambutannya.

Pemuda Harus Jadi Penggerak Ekonomi
Pesan pertama Gubernur berkaitan dengan kesiapan generasi muda menghadapi perubahan zaman yang bergerak cepat.
Ia berharap AMGPM terus membina generasi muda yang kokoh dalam iman, luas pengetahuan, terampil dan berani berinovasi. Kader AMGPM didorong tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi mampu mengembangkan potensi diri dan daerah.

Gubernur bahkan mendorong kader AMGPM untuk tumbuh sebagai pengusaha muda, pelaku UMKM, petani dan nelayan modern hingga penggerak ekonomi kreatif.

Pemuda, menurutnya, harus mampu membaca peluang, mengembangkan potensi daerah serta membuka lapangan kerja bagi sesama.

“Jangan jadikan organisasi sekadar tempat berkumpul dan beraktivitas, tetapi manfaatkanlah sebagai ruang untuk belajar mempersiapkan masa depan,” pesannya.
AMGPM Diminta Jadi Agen Perdamaian
Pesan kedua menyangkut peran pemuda dalam menjaga Maluku sebagai rumah bersama.

Gubernur mengajak kader AMGPM mempertahankan semangat orang basudara, merangkul sesama dan terus menjadi agen perdamaian.

Namun, menjaga masa depan Maluku tidak cukup hanya dengan merawat persaudaraan. Generasi muda juga harus dijaga agar tidak kehilangan arah dan harapan.

Berbagai persoalan yang mengancam masa depan anak muda turut menjadi perhatian, mulai dari penyalahgunaan narkoba, minuman keras, pergaulan bebas hingga judi online.
“AMGPM harus hadir, bukan untuk menghakimi, tetapi merangkul dan mendampingi,” tegasnya.

Pemuda Gereja Jangan Jadi Penonton Pembangunan
Pesan ketiga berkaitan dengan keterlibatan AMGPM dalam pembangunan Maluku.
Gubernur mengajak AMGPM berjalan bersama Pemerintah Provinsi Maluku dalam menyukseskan berbagai agenda strategis yang dinilai menentukan masa depan daerah.

Di antaranya perjuangan RUU tentang Daerah Kepulauan, pengembangan Blok Masela, pembangunan Maluku Integrated Logistics Hub, penyelesaian dan optimalisasi Bendungan Wai Apo, hilirisasi komoditas unggulan Maluku serta program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Berbagai agenda tersebut diharapkan mampu membuka lapangan kerja, memperkuat konektivitas dan berkontribusi terhadap pengentasan kemiskinan.

Karena itu, pemuda gereja diminta mengambil bagian melalui dukungan, gagasan konstruktif dan terutama mempersiapkan kualitas sumber daya manusia.

“Saya mintakan pemuda gereja turut mengambil peran melalui dukungan dan gagasan yang konstruktif, serta yang lebih penting lagi adalah mempersiapkan sumber daya manusia pemuda gereja, sehingga tidak menjadi penonton,” ujar Gubernur.

Ia menegaskan, sebesar dan sebagus apa pun proyek pembangunan yang dihadirkan, keberhasilannya harus diukur dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, terutama generasi muda Maluku.

Apresiasi untuk Malra dan Jemaat Ohoira
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Maluku juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pengurus Besar AMGPM, panitia penyelenggara, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, Forkopimda, pemerintah kecamatan, pemerintah ohoi serta seluruh warga Jemaat GPM Ohoira.

Menurutnya, pelaksanaan MPP XXXVII AMGPM merupakan momentum penting yang lahir dari kerja keras, sinergi dan semangat gotong royong berbagai pihak.

Ia mengajak seluruh elemen untuk menyatukan iman, pikiran dan kerja demi memastikan pembangunan daerah benar-benar terarah menuju Maluku yang semakin maju, adil dan sejahtera.

“Par Maluku pung bae,” menjadi salah satu pesan penutup yang disampaikan dalam sambutan tersebut.

MPP XXXVII AMGPM Tahun 2026 kemudian diharapkan tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga ruang strategis untuk melahirkan gagasan, memperkuat kaderisasi serta menegaskan kembali kontribusi pemuda gereja bagi masa depan Maluku.

“Teruslah berkarya, teruslah melayani, dan jadilah berkat di mana pun saudara-saudara berada. Ingat selalu motto kita: Kamu adalah garam dan terang dunia,” pesan Gubernur Maluku.

Posting Komentar

0 Komentar