Rapat koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya menyelaraskan kesiapan pemerintah ohoi, pembudidaya, serta tenaga pendamping dalam mendukung pelaksanaan program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Persiapan ini dinilai penting untuk memastikan kegiatan panen raya berjalan sesuai rencana sekaligus memperkuat pengembangan budidaya rumput laut di Kabupaten Maluku Tenggara.
Kegiatan modeling rumput laut ini melibatkan kurang lebih 60 pembudidaya yang tersebar di tiga ohoi. Pelaksanaannya juga didukung tenaga pendamping dari Dinas Perikanan, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta penyuluh perikanan yang bertugas memberikan pendampingan kepada para pembudidaya.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi di lapangan, mulai dari kesiapan pembudidaya hingga aspek teknis yang diperlukan menjelang panen raya.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Maluku Tenggara, Ruslan Ingratubun, mengatakan bahwa koordinasi awal menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh pihak yang terlibat memiliki kesiapan yang sama dalam menyukseskan agenda panen raya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah ohoi, pembudidaya, pendamping dinas, dan penyuluh perikanan perlu diperkuat agar pelaksanaan program modeling rumput laut dapat berjalan optimal.
Panen Raya Modeling Rumput Laut yang dijadwalkan pada 14 November 2026 ini diharapkan menjadi momentum untuk mendorong pengembangan budidaya rumput laut di Maluku Tenggara.
Selain mendukung program Kementerian Kelautan dan Perikanan, kegiatan tersebut juga berpotensi memperkuat produktivitas pembudidaya serta membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat pesisir.
Dengan persiapan yang dilakukan sejak dini, Dinas Perikanan Maluku Tenggara menargetkan seluruh unsur terkait dapat berkolaborasi secara maksimal demi mendukung keberhasilan program tersebut.
0 Komentar