Penampilan kolosal ini menjadi salah satu daya tarik utama puncak FPMK 2026. Yang membuatnya semakin istimewa, ribuan pelajar tersebut mampu menyelaraskan gerakan tari meski tidak pernah menjalani latihan bersama dalam satu tempat sebelum hari pertunjukan.
Penegasan itu disampaikan Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun saat memberikan sambutan pada acara puncak FPMK 2026.
Di hadapan pejabat pemerintah, Forkopimda, DPRD, para Raja dan tokoh adat, pelaku usaha dan pariwisata, seniman, wisatawan serta masyarakat Maluku Tenggara, Thaher memberikan apresiasi kepada para siswa dan guru yang mempersiapkan penampilan kolosal tersebut.
Menurut Thaher, latihan dilakukan secara mandiri di sekolah masing-masing dengan menggunakan video sebagai panduan gerakan.
“Dibuat video lalu latihan di sekolah masing-masing. Dan hari ini kumpul bersama-sama, berarti itu sesuatu yang luar biasa,” ujar Thaher.
Kemampuan ribuan pelajar menyatukan gerakan dalam satu panggung, kata Thaher, menunjukkan kerja keras siswa dan para guru selama proses persiapan.
Para pelajar terlebih dahulu mempelajari gerakan Tari Kilwar melalui video, kemudian mempraktikkannya di sekolah masing-masing. Setelah itu, mereka berkumpul di Pantai Ngurbloat untuk menampilkan tarian secara bersama-sama dalam rangkaian puncak FPMK 2026.
Thaher secara khusus menyampaikan terima kasih kepada para guru dan pihak sekolah yang telah membimbing para siswa.
Ia menilai keterlibatan dunia pendidikan dalam FPMK bukan sekadar memperkuat kemeriahan festival, tetapi juga menjadi ruang penting bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, sekaligus menampilkan seni budaya daerah.
Penampilan ribuan pelajar tersebut sekaligus memperlihatkan kuatnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan budaya Kei.
Melalui FPMK, seni tradisional tidak hanya dipertontonkan kepada masyarakat lokal, tetapi juga menjadi bagian dari promosi kekayaan budaya Maluku Tenggara kepada wisatawan dan masyarakat dari luar daerah.
Thaher berharap dukungan sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat terhadap kegiatan seni budaya terus diperkuat.
Menurutnya, semakin sering generasi muda dilibatkan dalam kegiatan budaya dan pariwisata, semakin kuat pula rasa bangga mereka terhadap identitas budaya Kei.
Tari Kilwar yang dibawakan 4.000 pelajar di Pantai Ngurbloat akhirnya bukan sekadar pertunjukan. Ia menjadi simbol bahwa budaya Kei dapat diwariskan melalui generasi muda bergerak bersama, tampil bersama, dan menjaga identitas daerah bersama.
0 Komentar