Ketua Pemuda Muhammadiyah Kab. Maluku Tenggara, Rahmat H. Reliubun, menyatakan bahwa kehadiran para pimpinan eksekutif dan delegasi diplomatik tersebut merupakan bentuk perhatian nyata pemerintah pusat dan daerah terhadap sektor kelautan di Kepulauan Kei.
_"Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kedatangan Bapak Menteri KKP, Gubernur Maluku, dan Perwakilan Dubes Tiongkok di tanah Kepulauan Kei. Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sinyal positif bagi kebangkitan ekonomi berbasis kelautan di Maluku Tenggara," tegas Rahmat._
*Dorong Penguatan Nelayan Lokal dan Investasi Berkelanjutan*
Menurut Pemuda Muhammadiyah, potensi perikanan dan maritim Maluku Tenggara yang sangat berlimpah membutuhkan sentuhan teknologi, infrastruktur modern, serta akses pasar global. Kehadiran delegasi Tiongkok diharapkan mampu membuka peluang investasi yang berorientasi pada pemberdayaan nelayan lokal, bukan sekadar eksploitasi sumber daya semata.
Pemuda Muhammadiyah Maluku Tenggara juga menekankan beberapa poin krusial atas kunjungan tersebut :
1. *Pemberdayaan Nelayan :* Meminta Kementerian KKP dan Pemprov Maluku memastikan adanya transfer teknologi serta bantuan sarana-prasarana modern bagi nelayan tradisional di Kepulauan Kei.
2. *Kemitraan Adil :* Mengawal agenda kerja sama investasi dengan pihak luar agar tetap menghormati kearifan lokal dan prinsip keberlanjutan lingkungan.
3. *Pembukaan Tangan Kerja :* Mendorong agar potensi investasi kelautan dapat menyerap tenaga kerja muda daerah.
*Siap Menjadi Mitra Kritis dan Strategis*
Pemuda Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk mengawal setiap kebijakan hasil dari kunjungan kerja ini agar benar-benar berdampak langsung pada penurunan angka kemiskinan dan peningkatkan pendapatan masyarakat pesisir.
"Sebagai organisasi pemuda, kami siap menjadi mitra strategis sekaligus mitra kritis pemerintah. Kita ingin pastikan bahwa setiap potensi investasi yang masuk ke Maluku Tenggara membawa keberkahan, kemajuan daerah, dan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Kei," pungkas Rahmat.
Kunjungan rombongan pejabat negara dan diplomasi luar negeri ini diharapkan menjadi pendorong utama penetapan Kepulauan Kei sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi berbasis maritim di Indonesia timur
0 Komentar