Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Bupati Thaher Hanubun Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal Untuk Percepat Pencegahan Stunting Di Kei Besar

Elat, liputan21.com — Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting dan peningkatan status gizi masyarakat melalui pemanfaatan pangan lokal.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembekalan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Pangan Lokal bagi Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan Balita Berat Badan Kurang (Underweight), yang dirangkaikan dengan Kampanye dan Penguatan Masyarakat Hidup Sehat melalui Gerakan Cegah Stunting serta Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Kegiatan yang berlangsung di RS Pratama Lies Hanubun, Maluku Tenggara, Sabtu (22/8/2026) tersebut melibatkan kader Posyandu dari wilayah kerja Puskesmas Elat, Mataholat, Ohoiel, Larat, Mun dan Holat.

Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, dalam sambutannya menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari pemenuhan gizi hingga pemeriksaan kesehatan bagi ibu dan anak.

“Salah satunya melalui pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal bagi ibu hamil dan anak balita yang kurang gizi, serta pemeriksaan dari dokter dan dokter spesialis anak dan spesialis paru bilamana ada indikasi penyakit penyerta yang menghambat pertumbuhan anak,” tegas Bupati.

Menurutnya, Maluku Tenggara memiliki kekayaan pangan lokal yang beragam dan memiliki nilai gizi tinggi. Potensi tersebut harus dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil dan balita.

Bupati meminta pemberian makanan tambahan tidak selalu bergantung pada bahan pangan dari luar daerah. Sebaliknya, masyarakat didorong untuk mengoptimalkan sumber pangan yang tersedia di lingkungan masing-masing, terutama protein hewani, dengan tetap memperhatikan prinsip makanan yang bergizi, seimbang, beragam, sehat dan aman.

“Kita memiliki kekayaan pangan lokal yang sangat beragam dan bernilai gizi tinggi. Oleh karena itu, pemberian makanan tambahan hendaknya tidak selalu bergantung pada makanan atau bahan pangan dari luar daerah, tetapi menuntut kita agar bisa dan mampu mengoptimalkan potensi pangan lokal yang tersedia di lingkungan masyarakat,” ujar Thaher.

KADER POSYANDU JADI UJUNG TOMBAK

Dalam upaya pencegahan stunting, Bupati juga memberikan perhatian khusus terhadap peran kader Posyandu.

Ia menyebut kader Posyandu bukan hanya berperan dalam membantu pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi penggerak masyarakat dalam membangun kesadaran hidup sehat.

Kader, kata Bupati, memiliki peran strategis sebagai penyampai informasi kesehatan, pendamping keluarga, sekaligus penghubung antara masyarakat dengan tenaga kesehatan dan pemerintah.

Karena itu, pembekalan kepada kader dinilai penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah serta memanfaatkan pangan lokal sebagai sumber makanan bergizi bagi ibu dan anak.

CEGAH STUNTING DIMULAI DARI KEBIASAAN SEHARI-HARI

Bupati Thaher juga mengingatkan bahwa pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.

Pencegahan harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari dengan membudayakan pola hidup bersih dan sehat, mengonsumsi makanan bergizi dan beragam, menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan air bersih serta membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun.

Menurutnya, langkah-langkah sederhana tersebut apabila dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan kualitas kesehatan keluarga dan tumbuh kembang anak.

Kegiatan ini diharapkan memberikan kontribusi nyata dalam upaya pencegahan stunting sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Kei Besar.

Selain pembekalan PMT berbasis pangan lokal dan kampanye Gerakan Cegah Stunting, kegiatan juga dirangkaikan dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan menghadirkan Dokter Spesialis Anak dan Dokter Spesialis Paru untuk memberikan pelayanan dan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat.

Di akhir sambutannya, Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun secara resmi membuka kegiatan Pembekalan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Pangan Lokal bagi Kader Posyandu dan Kampanye serta Penguatan Masyarakat Hidup Sehat (Gerakan Cegah Stunting) pada wilayah kerja enam Puskesmas di Kei Besar.

“Dengan senantiasa mengharapkan ridho dan pertolongan Tuhan Yang Maha Esa, kegiatan ini secara resmi saya nyatakan DIBUKA,” ujar Bupati.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara untuk membangun generasi yang sehat dan berkualitas, dengan mengedepankan kekuatan pangan lokal serta keterlibatan aktif masyarakat sebagai fondasi utama pencegahan stunting.

Posting Komentar

0 Komentar