Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Latsar bukan sekadar tahapan administratif menuju pengangkatan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), melainkan proses pembentukan karakter, profesionalisme, dan perubahan pola pikir sebagai pelayan masyarakat.
"Pelatihan ini adalah fondasi awal untuk memahami peran, fungsi, dan tanggung jawab sebagai pelayan publik. ASN harus mampu mengimplementasikan nilai-nilai BerAKHLAK dalam setiap pelaksanaan tugas," ujar Thaher Hanubun.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku, khususnya Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku, atas dukungan dan fasilitasi sehingga pelaksanaan Latsar dapat berlangsung dengan tertib dan lancar.
Menurutnya, selama 74 hari kerja atau 647 jam pelajaran, para peserta telah mendapatkan pembekalan melalui pembelajaran mandiri, pembelajaran virtual, aktualisasi di tempat kerja, hingga pembelajaran klasikal. Seluruh proses tersebut diharapkan mampu melahirkan ASN yang profesional, kompeten, dan berintegritas.
Bupati menekankan bahwa birokrasi yang profesional tidak hanya dibangun melalui kecerdasan intelektual, tetapi juga harus didukung oleh kematangan emosional dan spiritual.
"ASN yang cerdas tetapi tidak mampu mengendalikan emosi akan sulit membangun kerja sama yang baik. Karena itu, keseimbangan antara intelektual, emosional, dan spiritual harus menjadi landasan dalam menjalankan tugas," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Thaher Hanubun juga mengingatkan seluruh CPNS agar selalu mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.
"ASN adalah pelayan masyarakat. Jangan meminta untuk dihormati, tetapi berikan pelayanan terbaik. Kalau bisa dipermudah mengapa dipersulit, kalau bisa dipercepat mengapa diperlambat," pesannya.
Ia menambahkan, di era keterbukaan informasi saat ini, kualitas pelayanan publik akan terus menjadi perhatian masyarakat. Oleh sebab itu, seluruh ASN diminta bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP), menjunjung tinggi integritas, serta menjadikan orientasi pelayanan sebagai budaya kerja.
Menutup sambutannya, Bupati mengingatkan bahwa kelulusan Latsar bukanlah akhir dari proses pembelajaran, melainkan awal dari pengabdian sebagai abdi negara.
Ia mendorong seluruh peserta untuk terus meningkatkan kompetensi, mempertahankan idealisme, menjadi teladan di lingkungan kerja, belajar dari pengalaman para senior, serta menjauhkan diri dari afiliasi politik dalam menjalankan tugas sebagai ASN.
"Bekerjalah dengan hati yang tulus demi mewujudkan Maluku Tenggara Hebat. Jadilah ASN yang mampu menghadirkan solusi, menjaga kepercayaan masyarakat, dan menjunjung tinggi nilai-nilai dasar ASN dalam setiap pengabdian," tutup Thaher Hanubun.
Judul ini sudah dioptimalkan untuk portal berita dan SEO dengan kata kunci seperti Bupati Maluku Tenggara, Thaher Hanubun, Latsar CPNS 2026, ASN BerAKHLAK, dan pelayanan publik, sehingga berpotensi lebih mudah ditemukan melalui Google maupun dibagikan di media sosial.
0 Komentar