Dalam sambutannya, Bupati Muhamad Thaher Hanubun menyampaikan pesan khusus kepada seluruh peserta agar menjadikan Al-Qur’an bukan hanya sebagai bacaan, tetapi juga sebagai pedoman hidup yang tercermin dalam sikap, disiplin, kejujuran, dan akhlak mulia selama mengikuti perlombaan.
Bupati juga mengingatkan para peserta untuk menjaga kedisiplinan dan fokus selama berada di Kota Ambon. Menurutnya, Kafilah Maluku Tenggara harus menunjukkan sikap yang baik serta menjaga nama daerah dengan penuh tanggung jawab.
Selain itu, Bupati menekankan pentingnya peran official, pelatih, dan pendamping untuk memberikan perhatian penuh kepada seluruh peserta. Ia berpesan agar para generasi muda yang menjadi duta daerah tersebut dijaga dengan baik, mulai dari keberangkatan hingga kembali ke keluarga masing-masing.
“Kehadiran official bukan untuk berjalan-jalan, tetapi memastikan seluruh kebutuhan peserta terpenuhi selama mengikuti ajang MTQ tingkat Provinsi Maluku,” tegasnya.
Terkait target prestasi, Muhamad Thaher Hanubun menyampaikan harapan besar agar Kafilah Maluku Tenggara mampu meningkatkan capaian dari tahun-tahun sebelumnya. Jika pada pelaksanaan sebelumnya Maluku Tenggara berhasil meraih peringkat empat, tiga, dan dua, maka tahun ini diharapkan mampu menembus peringkat pertama.
Meski demikian, Bupati mengingatkan agar seluruh peserta tetap rendah hati, tawaduk, dan menyerahkan segala usaha kepada Allah SWT. Menurutnya, dalam ajang MTQ tidak ada tempat bagi kesombongan, melainkan semangat untuk menampilkan yang terbaik demi mengharumkan nama daerah.
Mengakhiri sambutannya, Bupati berpesan agar seluruh peserta pulang tidak hanya membawa prestasi dan penghargaan, tetapi juga membawa kemuliaan akhlakul karimah serta nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Pelepasan kafilah ini menjadi bentuk dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara terhadap pengembangan syiar Islam dan pembinaan generasi Qur’ani yang berprestasi, berakhlak mulia, serta mampu mengharumkan nama daerah di tingkat Provinsi Maluku.
0 Komentar