Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun, Plt Sekretaris Daerah Maluku Tenggara, perwakilan BPKP Maluku, Plt Kepala Dinas Pendidikan Maluku Tenggara Bin Raudha Arif Hanoeboen, Ketua dan anggota Komisi II DPRD Maluku Tenggara, pimpinan OPD terkait, serta perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Bagian Perencanaan Kemendikdasmen, Imran, yang mengikuti kegiatan secara virtual.
Audiensi tersebut bertujuan menyelaraskan program dan memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Maluku Tenggara. Sejumlah isu strategis dibahas, mulai dari capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM), tantangan mutu pendidikan, dukungan pemerintah daerah terhadap program prioritas Kemendikdasmen, hingga rekomendasi kebijakan untuk perencanaan pembangunan daerah tahun 2027.
Dalam kesempatan itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Maluku Tenggara Bin Raudha Arif Hanoeboen menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi secara intensif dengan BPMP Maluku untuk mendampingi daerah dalam meningkatkan capaian SPM bidang pendidikan.
Menurutnya, capaian SPM pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara masih berada pada angka 58,201 persen dan sejak tahun 2023 hingga 2025 masih berada dalam kategori belum tuntas.
“Ini menjadi tanggung jawab besar bagi kami karena capaian SPM merupakan salah satu indikator kinerja kepala daerah di bidang pendidikan. Karena itu kami sangat mengapresiasi dukungan BPMP Maluku yang siap mendampingi Kabupaten Maluku Tenggara,” ujarnya.
Bin Raudha menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara telah menjadikan peningkatan mutu pendidikan sebagai program prioritas. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengalokasikan lebih dari 50 persen anggaran dinas untuk mendukung kebutuhan pendidikan, terutama yang berkaitan dengan peningkatan kualitas layanan dan sarana pendidikan.
Selain itu, Dinas Pendidikan juga menjalankan program penanganan Anak Putus Sekolah (APS) melalui program yang telah disiapkan untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak yang belum menyelesaikan pendidikan formal.
Di bidang akreditasi sekolah, Dinas Pendidikan terus mendapat pendampingan dari BPMP sehingga berbagai target peningkatan mutu pendidikan mulai menunjukkan perkembangan positif.
Sementara itu, untuk penguatan literasi dan numerasi, Pemkab Maluku Tenggara tetap melanjutkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Program Inovasi dan Kemendikdasmen. Program Hari Belajar Guru juga terus didorong melalui dukungan kebijakan dan instruksi Bupati Maluku Tenggara.
“Mulai Juli 2026, kelompok-kelompok belajar guru akan semakin diperkuat sebagai upaya meningkatkan kompetensi pendidik sekaligus mendukung peningkatan literasi dan numerasi peserta didik,” jelasnya.
Pada aspek Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN), Kabupaten Maluku Tenggara juga telah membentuk tim khusus yang melibatkan unsur pemerintah daerah, kepolisian, tokoh agama, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Menurut Bin Raudha, Maluku Tenggara menjadi salah satu dari dua daerah di Provinsi Maluku yang telah menyelesaikan tahapan pengunggahan dokumen dan pembentukan tim BSAN sesuai ketentuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Ia juga berharap dukungan BPMP Maluku dalam memperjuangkan berbagai kebutuhan pendidikan daerah, termasuk program revitalisasi dan digitalisasi sekolah yang saat ini masih menunggu proses lanjutan dari pemerintah pusat.
Melalui audiensi tersebut, BPMP Maluku dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara sepakat memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, mempercepat pemenuhan Standar Pelayanan Minimal, serta mewujudkan pendidikan yang lebih berkualitas, aman, dan berdaya saing di Maluku Tenggara.
0 Komentar