Bupati Muhamad Thaher Hanubun diwakili Staf Khusus Bupati, Luther Chaky Rahayaan, bersama Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Maluku Tenggara, Noralita A. Foudubun, serta Camat Kei Besar Selatan Barat, M. Nasir Rahayaan, turun langsung menyerahkan bantuan di Ohoi Ngafan.
Penyaluran bantuan ini merupakan tindak lanjut atas kejadian bencana pada 21 Januari 2026, akibat hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang dan gelombang pasang, sehingga menyebabkan kerusakan rumah warga di sejumlah ohoi.
Data yang dihimpun menyebutkan, total 25 kepala keluarga (KK) terdampak, masing-masing berasal dari Ohoi Sungai (1 KK), Ohoi Ngafan (3 KK), Ohoi Hako (3 KK), Ohoi Feer (4 KK), Ohoi Rahangiar (3 KK), Ohoi Watkidat (4 KK), dan Ohoi Weduar Feer (7 KK).
Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako seperti beras, gula, minyak goreng, dan teh, serta bahan material bangunan berupa semen dan seng untuk membantu perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan.
Untuk menjangkau lokasi, rombongan pemerintah harus menyeberangi lautan menggunakan speed boat milik warga dari Ohoi Raat, Kecamatan Kei Kecil, menuju Ohoi Ngafan. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan bantuan sampai langsung kepada masyarakat terdampak.
Staf Khusus Bupati Maluku Tenggara, Luther Chaky Rahayaan, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah merupakan bentuk komitmen dalam penanganan bencana.
“Pemerintah daerah akan terus hadir di tengah masyarakat, terutama dalam kondisi darurat seperti ini. Bantuan ini adalah bentuk kepedulian nyata bagi warga terdampak,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Maluku Tenggara, Noralita A. Foudubun, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan bersifat stimulan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
“Bantuan ini tidak untuk mengganti seluruh kerugian, tetapi sebagai bentuk perhatian pemerintah. Kami juga telah melakukan peninjauan lapangan dan menyesuaikan bantuan dengan kemampuan anggaran,” jelasnya.
Camat Kei Besar Selatan Barat, M. Nasir Rahayaan, turut mengapresiasi langkah pemerintah daerah meskipun bantuan yang diberikan masih terbatas.
Menurutnya, kondisi cuaca ekstrem dan keterbatasan akses sempat menyebabkan keterlambatan penanganan. Namun demikian, kehadiran pemerintah tetap memberikan harapan bagi masyarakat.
Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak serta menjadi langkah awal dalam proses pemulihan pascabencana di wilayah Kei Besar Selatan Barat.
0 Komentar