Malra, liputan21.com — Komitmen kuat menjaga budaya lokal ditunjukkan Kepala SD Inpres Rerean, Umar Fakoubun, S.Pd, melalui program “Literasi Budaya Berbasis Menu Tradisional dan Pelestarian Bahasa Kei” yang melibatkan siswa, guru, hingga orang tua murid di Kecamatan Kei Besar Selatan Barat.
Di bawah kepemimpinannya, SD Inpres Rerean menghadirkan pembelajaran berbasis budaya yang memadukan literasi, pelestarian Bahasa Kei, seni anyaman tradisional, serta pengenalan makanan khas daerah kepada generasi muda.
Program tersebut menjadi salah satu langkah nyata sekolah dalam menjaga identitas budaya masyarakat Kei agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Dalam kegiatan itu, siswa-siswi kelas VI tampil memperkenalkan berbagai menu tradisional menggunakan Bahasa Kei sebagai bahasa presentasi. Mereka juga menyajikan makanan memakai kamboti dari anyaman daun kelapa, lengkap dengan topi tradisional hasil karya bersama.
Kesuksesan kegiatan ini tidak lepas dari dukungan penuh Kepala Sekolah Umar Fakoubun bersama dewan guru yang aktif mendampingi seluruh proses persiapan hingga pelaksanaan kegiatan budaya tersebut.
Mulai dari pembuatan anyaman kamboti, topi tradisional, latihan presentasi budaya, hingga makan bersama orang tua dan guru dilakukan secara gotong royong sebagai bagian dari pendidikan karakter berbasis budaya lokal.
Umar Fakoubun menilai, sekolah bukan hanya tempat belajar membaca dan menulis, tetapi juga ruang penting untuk menjaga adat, bahasa, dan tradisi daerah agar tidak hilang di generasi muda.
Menurutnya, budaya lokal harus hadir dalam kehidupan sekolah sehari-hari sehingga anak-anak memiliki rasa bangga terhadap identitas daerahnya sendiri.
Program budaya ini turut didukung oleh Christin Rumlety selaku Perancang Program Literasi dan Numerasi SD Inpres Rerean, Guru Kelas VI Diana Sedubun, serta Guru Bahasa Daerah sekaligus Dewan Juri Bahasa Kei, Fekon Ohoirat.
Melalui kolaborasi tersebut, SD Inpres Rerean berhasil menghadirkan pembelajaran kreatif yang bukan hanya meningkatkan kemampuan literasi siswa, tetapi juga memperkuat kecintaan terhadap budaya Kei.
Kegiatan ini pun mendapat apresiasi dari para orang tua murid karena dinilai mampu menanamkan nilai budaya, kebersamaan, dan rasa percaya diri kepada anak-anak sejak dini.
SD Inpres Rerean kini menjadi salah satu contoh sekolah di wilayah kepulauan yang berhasil menghidupkan pendidikan berbasis budaya lokal secara nyata dan inspiratif.
0 Komentar