Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Hardiknas Di Maluku Tenggara Memukau, Pentas Seni Dan Budaya Satukan Ribuan Warga

Maluku Tenggara, liputan21.com – Perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di Kabupaten Maluku Tenggara berlangsung meriah dan penuh warna. Bertempat di Stadion Marwan, Kota Langgur, ribuan warga tumpah ruah menyaksikan berbagai pentas seni dan kreativitas pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.

Sejak awal kegiatan, suasana stadion tampak semarak. Antusiasme masyarakat terlihat dari padatnya area pertunjukan yang dipenuhi penonton dari berbagai kalangan. Rangkaian acara Hardiknas tahun ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah ekspresi budaya dan kreativitas generasi muda Maluku Tenggara.

Kegiatan diawali dengan tilas perjalanan tokoh Nendit Cakmas yang diperankan oleh para pelajar tingkat SMP dan SMA. Sosok tersebut dibawakan dengan penuh penghayatan oleh Yosefina Rosalia Rumlus, siswi SMA Negeri 2 Maluku Tenggara, yang sukses memukau penonton.

Penampilan anak-anak TK dan PAUD melalui tarian Yerik turut mencuri perhatian. Gerakan yang lincah dan menggemaskan disambut meriah oleh penonton. Iringan musik tradisional Kei semakin menghidupkan suasana, sekaligus mengingatkan pentingnya pelestarian budaya lokal.

Puncak acara diisi dengan tari kolosal dan drama kolosal yang menggambarkan nilai-nilai kearifan lokal serta sejarah daerah. Tak hanya itu, medley lagu daerah hingga kreasi modern seperti dance MTH-VR kru dan kolaborasi TikTok dance semakin menambah semarak perayaan.

Selain pertunjukan seni, kegiatan juga dirangkaikan dengan launching program MTH Smart, penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba, penampilan solois dari siswa SMP Seminari, serta permainan ukulele oleh siswa SMP Karel.

Sebagai penutup, seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan makan patita dan pesta rakyat yang menjadi simbol kebersamaan dan persatuan masyarakat Maluku Tenggara.

Pelaksanaan Hardiknas tahun ini dinilai sangat positif karena mampu mengangkat nilai-nilai adat dan budaya lokal. Tema nasional “Menguatkan Partisipasi Semesta untuk Mewujudkan Pendidikan Berkualitas” dinilai relevan, terutama dalam upaya peningkatan sumber daya manusia melalui pembentukan karakter berbasis budaya.

Konsep parenting yang melibatkan seluruh elemen masyarakat—mulai dari ohoi, guru, peserta didik, hingga orang tua—juga menjadi salah satu kekuatan utama kegiatan ini. Partisipasi bersama dinilai sebagai kunci dalam mewujudkan kualitas pendidikan yang lebih baik.

Diharapkan, kegiatan ini tidak hanya meninggalkan kesan mendalam, tetapi juga pesan kuat bagi masyarakat untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dalam menciptakan generasi emas di Bumi Larvul Ngabal.

Perayaan Hardiknas 2026 ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga tumbuh dan hidup dalam budaya, kebersamaan, serta identitas daerah. Dengan semangat tersebut, Maluku Tenggara optimistis melahirkan generasi unggul yang berkarakter dan berdaya saing.

Posting Komentar

0 Komentar