Di tengah suasana haru dan bahagia, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara, Bin Raudha Arif Hanoeboen, menyampaikan pesan yang “menggigit” sekaligus menyentuh: lomba ini bukan sekadar mencari juara, tetapi membentuk karakter anak-anak.
“Kalau ada yang lelah, semua juga lelah. Tapi kalau hati senang, pasti semua rasa capek itu hilang. Dan hari ini beta mau bilang, semua peserta adalah pemenang,” tegasnya di hadapan peserta dan orang tua.
Ia menilai, keberanian anak-anak tampil di depan publik adalah kemenangan terbesar. Mengalahkan rasa takut, membangun percaya diri, hingga berani menunjukkan bakat, menjadi capaian yang jauh lebih penting dari sekadar trofi.
“Dong menang karena berhasil lawan rasa takut. Dong menang karena berani tampil dan tunjukkan bakat. Itu kemenangan yang sebenarnya,” ujarnya lantang.
Meski lomba harus melahirkan juara, ia memastikan proses penilaian berlangsung objektif tanpa intervensi. Keputusan sepenuhnya berada di tangan dewan juri yang bekerja berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.
Tak lupa, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari OPD teknis, tenaga medis, hingga panitia dan media yang setia mendampingi kegiatan sejak pagi hingga malam.
Lebih jauh, ia menargetkan kegiatan ini akan lebih besar di tahun mendatang. Dari 67 peserta tahun ini, ia optimistis jumlahnya bisa menembus 100 peserta dengan keterlibatan aktif seluruh sekolah.
“Ke depan setiap sekolah wajib kirim minimal satu peserta. Kita bikin lebih meriah lagi. Ini bukan soal siapa paling hebat, tapi bagaimana sekolah berhasil membangun percaya diri, keberanian, dan sportivitas anak-anak,” ujarnya.
Penutupan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Bahkan, ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendukung perkembangan anak.
Sebagai penutup, ia mengajak seluruh orang tua untuk hadir dalam puncak kegiatan pada 2 Mei mendatang dengan konsep “parenting” dan mengenakan pakaian adat Nusantara sebagai simbol keberagaman.
“Jangan lupa, orang tua harus terlibat. Pendidikan tidak bisa hanya diserahkan ke sekolah. Kita harus sama-sama membesarkan anak-anak ini,” tutupnya.
Dengan gemerlap penampilan dan semangat yang tak padam hingga akhir acara, Landmark Langgur malam itu menjadi saksi: generasi muda Maluku Tenggara sedang tumbuh dengan percaya diri, berani, dan penuh potensi.
0 Komentar