Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Mengukir Adat Jadi Ilmu, Festival Hardiknas Malra Tampil Beda Tahun Ini

Langgur, liputan 21.com – Dalam rangka memperingati dan memeriahkan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026, Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara menggelar Festival dan Pameran Pendidikan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 27 hingga 29 April 2026, di Lapangan Upacara Dinas Pendidikan.

Kegiatan ini dibuka dengan berbagai rangkaian acara yang melibatkan peserta didik dari seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMP, serta partisipasi aktif dari masyarakat dan berbagai pihak.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara, Bin Raudha Arif Hanoeboen, dalam laporannya menyampaikan bahwa tema yang diangkat tahun ini adalah “Mengukir Adat Kei Menjadi Ilmu, Menenun Bakti bagi Ibu Pertiwi.”

Menurutnya, festival ini bukan sekadar ajang seremonial, tetapi menjadi etalase nyata hasil pembelajaran siswa yang berakar kuat pada nilai-nilai kearifan lokal dan falsafah hidup masyarakat Kei.

“Peserta didik tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga didorong untuk berpikir kreatif serta mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan kearifan lokal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berbagai kegiatan telah dilaksanakan dalam rangkaian Hardiknas, di antaranya jalan santai, lomba seni dan budaya seperti stand up comedy berbahasa Kei, hingga pameran pendidikan yang menampilkan karya siswa dari setiap kecamatan.

Setiap kecamatan diberikan ruang untuk menghadirkan stan pameran sebagai representasi sekolah-sekolah di wilayahnya. Dinas Pendidikan juga mendorong keterlibatan aktif para camat dan kepala ohoi untuk memastikan partisipasi maksimal dari seluruh satuan pendidikan.

Selain itu, kegiatan ini turut didukung oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Maluku Tenggara, serta sejumlah pihak swasta dan sponsor yang berkontribusi dalam menyukseskan acara.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap semangat kebersamaan dan persaudaraan di tanah Larvul Ngabal semakin kuat, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Maluku Tenggara,” tambahnya.

Festival dan pameran ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas budaya lokal dalam dunia pendidikan, sekaligus menyiapkan generasi muda yang berkarakter menuju Indonesia Emas 2045.

Posting Komentar

0 Komentar