Ketua GEPKei, Hani Nuhuyanan, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperkuat identitas budaya sejak dini.
“Festival ini bukan sekadar ajang unjuk bakat, tetapi juga bentuk nyata bagaimana pendidikan di Maluku Tenggara mampu mengakar pada nilai-nilai adat Kei.
Anak-anak tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga membawa pengetahuan itu ke panggung budaya,” ujar Hani.
Menurutnya, pendekatan pendidikan berbasis budaya lokal seperti ini sangat penting dalam membentuk karakter siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki jati diri dan kebanggaan terhadap warisan leluhur.
GEPKei berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan menjadi agenda berkelanjutan, sehingga sinergi antara dunia pendidikan dan pelestarian budaya dapat berjalan seiring dalam membangun generasi Kei yang unggul dan berbudaya.
0 Komentar