Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Dinsos Maluku Gerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Korban Konflik Ohoi Danar

Maluku Tenggara,liputan21.com – Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Sosial bergerak cepat menyalurkan bantuan sosial kepada warga terdampak konflik di Ohoi Danar Ternate, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara. Penyaluran bantuan ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, saat meninjau lokasi konflik pada 29 Maret 2026, Kamis, 2 April 2026 

Konflik yang terjadi pada Kamis, 26 Maret 2026, sekitar pukul 22.00 WIT, menimbulkan satu korban meninggal, lima orang luka-luka, 74 rumah terbakar, dan sekitar 450 jiwa terpaksa mengungsi. Peristiwa bermula dari cekcok antara dua kelompok pemuda dari kompleks Danar Ternate dan Danar Ohoitom. Kini kondisi wilayah telah dikendalikan aparat TNI dan Polri dan mulai kondusif.

Gubernur Maluku menegaskan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut dan mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu yang memecah belah. “Saya sangat menyesalkan terjadinya konflik ini yang mengganggu kedamaian masyarakat. Mari kita jaga kerukunan dan keamanan lingkungan masing-masing,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya rekonsiliasi, saling memaafkan, dan menjaga kerukunan antarwarga.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku, Raden Affandy Z. Hassannusi, S.STP., M.Si., menjelaskan bahwa distribusi bantuan dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. “Kami menyalurkan bantuan berupa makanan siap saji, makanan anak, kasur, tenda serbaguna, lampu emergency portable, tenda keluarga, tenda gulung, perlengkapan anak (kids ware), family kit, selimut, seragam sekolah (SD, SMP, SMA), serta perlengkapan sholat. Total nilai bantuan mencapai Rp361.084.490,” jelasnya.

Sejumlah warga menyatakan bantuan tersebut sangat membantu, terutama bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran. Selain kebutuhan logistik, warga juga berharap percepatan pemulihan rumah serta pemulihan aktivitas sosial dan pendidikan anak-anak.

Upaya rekonsiliasi terus didorong melalui koordinasi pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, dan tokoh masyarakat untuk memulihkan hubungan sosial antarwarga. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai persaudaraan seperti Pela Gandong, yang menjadi fondasi utama dalam menjaga kedamaian dan keutuhan masyarakat Maluku.

#LaengSayangLaeng #LaengJagaLaeng #DinsosSelaluAda #ParMalukuPungBae

Posting Komentar

0 Komentar