Pantauan di lapangan menunjukkan langit dipenuhi awan dengan bentuk tidak biasa menyerupai gumpalan atau gelembung yang menggantung. Warna oranye keemasan yang memantul ke permukaan bumi membuat suasana sore tampak dramatis dan memukau.
Sejumlah warga mengaku baru pertama kali menyaksikan fenomena tersebut. Banyak di antaranya mengabadikan momen langka itu menggunakan ponsel dan membagikannya di media sosial.
“Baru kali ini lihat langit seperti ini, warnanya terang sekali sampai ke bawah seperti memantul ke bumi,” ujar salah satu warga.
Fenomena ini diketahui sebagai awan mammatus, yaitu formasi awan yang biasanya muncul di bagian bawah awan badai. Bentuknya yang menyerupai kantong-kantong menggantung terjadi akibat pergerakan udara dingin yang turun di atmosfer.
Selain itu, warna keemasan yang terlihat kuat dipengaruhi oleh posisi matahari yang sudah rendah di ufuk barat. Cahaya matahari yang melewati lapisan atmosfer lebih tebal menghasilkan bias warna merah, jingga, hingga kuning keemasan.
Meski terlihat dramatis, fenomena ini tidak berbahaya. Namun demikian, kemunculan awan mammatus kerap berkaitan dengan kondisi cuaca yang tidak stabil, seperti hujan lebat atau angin kencang di sekitar wilayah tersebut.
Fenomena langit unik ini pun menjadi perhatian masyarakat dan menambah kekaguman akan keindahan alam di Kepulauan Kei.
0 Komentar