Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Upacara Dinas Pendidikan Maluku Tenggara ini menjadi puncak dari berbagai agenda edukatif dan budaya yang melibatkan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK hingga SMP.
Penutupan kegiatan dihadiri langsung oleh Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, bersama unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, pimpinan OPD, Kepala Kantor Kementerian Agama, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan.
Dalam laporannya, Plt Kepala Dinas Pendidikan Malra, Bin Raudha Arif Hanoeboen, menyampaikan apresiasi atas antusiasme seluruh peserta dan masyarakat selama tiga hari pelaksanaan kegiatan.
Ia menegaskan bahwa festival dan pameran ini bukan sekadar ajang seremonial, tetapi menjadi ruang aktualisasi kreativitas murid dan guru, sekaligus penguatan kearifan lokal dalam dunia pendidikan.
“Selama kurang lebih tiga hari, kegiatan ini menampilkan karya-karya terbaik dari guru dan murid, mulai dari pameran edukatif, bazar UMKM, hingga pentas seni dan budaya yang melibatkan perwakilan dari 11 kecamatan,” ujarnya.
Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat terlihat dari ramainya kunjungan ke setiap stan pameran yang hampir tidak pernah sepi sejak hari pertama hingga penutupan.
“Ini menjadi bukti bahwa proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga di ruang-ruang kreatif seperti ini,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia juga melaporkan adanya dampak ekonomi yang signifikan dari kegiatan tersebut. Puluhan pelaku UMKM yang terlibat mampu meraup pendapatan rata-rata antara Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per hari.
“Jika ditotal selama tiga hari, perputaran ekonomi mencapai kurang lebih Rp30 juta. Ini menunjukkan bahwa pendidikan juga dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, termasuk para guru yang bekerja secara mandiri tanpa melibatkan pihak ketiga dalam penyelenggaraan kegiatan.
“Semua ini murni hasil kerja keras guru-guru kita. Ini luar biasa dan patut diapresiasi,” tegasnya.
Festival dan pameran pendidikan ini turut melibatkan berbagai pihak, termasuk sponsor dari sektor swasta serta layanan publik yang mendukung literasi dan edukasi bagi peserta didik.
Menutup laporannya, ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai wadah pengembangan bakat, minat, serta penguatan karakter peserta didik di Maluku Tenggara.
“Pendidikan harus menjadi ruang tumbuhnya kreativitas, kemandirian, serta jembatan untuk memperkuat persaudaraan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Bupati sekaligus penutupan resmi seluruh rangkaian Festival dan Pameran Pendidikan Hardiknas 2026.
0 Komentar