Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara dan dihadiri berbagai unsur masyarakat, akademisi, serta pemerhati isu perempuan.
Dalam sambutan tertulis Bupati Maluku Tenggara yang dibacakan PLT Sekda, disampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Gerakan Edukasi Perempuan Kei atas inisiatif dan konsistensinya dalam memperjuangkan pendidikan serta martabat perempuan Kei.
“Momentum ini bukan sekadar pertemuan formal, tetapi menjadi ruang refleksi bersama untuk menyelami kembali eksistensi perempuan Kei sebagai sosok mulia dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, sebagaimana nilai adat Ain ni Ain yang menekankan persaudaraan dan saling menghormati,” ujar Ahmad Dahlan Tamher.
Ia menegaskan, dalam tatanan adat Kei, perempuan ditempatkan sebagai penjaga keharmonisan sosial, juru damai, serta pelindung kehidupan masyarakat. Meski dalam perkembangan zaman peran perempuan cenderung bergeser ke ranah pendidikan dan karya profesional, nilai kemuliaan perempuan Kei tetap harus dijaga dan dihormati.
Ahmad Dahlan Tamher juga menyinggung peristiwa 2 Februari 2024, ketika ratusan perempuan Kei turun ke jalan menyuarakan seruan moral untuk menghentikan pertikaian di wilayah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi bukti nyata bahwa perempuan Kei memiliki peran strategis dalam merawat perdamaian dan meluruskan nilai-nilai sosial yang mulai bergeser.
“Kita tidak boleh membiarkan kekerasan terhadap perempuan Kei terjadi. Martabat perempuan harus dijaga, dihormati, dan dilindungi. Di sisi lain, perempuan Kei juga harus terus menjaga martabatnya agar tetap layak diperjuangkan dan dimuliakan,” tegasnya.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Petronela Safsafubun, S.H., serta Raudha A. Hanubun, S.E., M.E., yang membahas peran strategis pendidikan perempuan Kei dalam perspektif budaya lokal dan kebijakan daerah.
Mengakhiri sambutannya, PLT Sekda Maluku Tenggara menyampaikan harapan agar diskusi publik ini mampu membuka wawasan, memperkuat kesadaran kolektif, serta melahirkan rekomendasi kebijakan yang berpihak pada penguatan peran dan perlindungan perempuan Kei di masa depan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, dengan mengucap puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, kegiatan Deklarasi dan Diskusi Publik Pendidikan Perempuan Kei ini saya nyatakan dibuka secara resmi,” tutupnya.
0 Komentar