Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Makna dan Filosofi Logo Gerakan Edukasi Perempuan Kei

Langgur, liputan21.com – Perancang logo Gerakan Edukasi Perempuan Kei dari Bengkel Sastra, Emus S. Larmawata, mengungkapkan bahwa logo Gerakan Edukasi Perempuan Kei dirancang sebagai representasi pemikiran tentang pentingnya ruang khusus dan perhatian yang lebih besar bagi perempuan Kei, baik dari Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara maupun Pemerintah Kota Tual.

Menurut Emus, elemen utama dalam logo tersebut memuat simbol-simbol adat dan edukasi yang saling berkaitan. Salah satu simbol yang paling menonjol adalah daun kelapa dan kain merah, yang melambangkan sasi, sebuah nilai adat Kei yang menegaskan perlindungan, penghormatan, dan pengaturan kehidupan secara bijak.

“Simbol ini menegaskan bahwa perempuan Kei harus dilindungi dan dijaga martabatnya dalam tatanan adat,” jelasnya.

Logo Gerakan Edukasi Perempuan Kei juga dirancang berbentuk buku, yang melambangkan bahwa pendidikan seharusnya menjadi fondasi utama dalam kemajuan perempuan Kei. Bentuk buku tersebut mencerminkan harapan agar adat dan kebijakan daerah tidak hanya menjaga nilai tradisi, tetapi juga mendorong perempuan Kei untuk berkembang melalui pendidikan dan peningkatan kapasitas intelektual.

Selain itu, terdapat simbol pena yang jika dilihat secara sekilas tampak sederhana, namun secara filosofis menyerupai tombak. Simbol ini dimaknai sebagai kekuatan intelektual yang menjadi senjata utama perempuan Kei.
“Pena yang berbentuk seperti tombak melambangkan bahwa pengetahuan dan pendidikan adalah kekuatan sejati perempuan Kei. Perempuan wajib belajar dan memiliki wawasan luas agar mampu berdiri setara dan bermartabat,” ujarnya.

Dalam logo tersebut juga tergambar sosok perempuan Kei mengenakan pakaian adat, yang menjadi identitas utama gerakan. Kehadiran elemen estetika berupa gambar empal atau simbol yang melayang dimaknai sebagai sentuhan visual, sementara filosofi utamanya menegaskan bahwa setiap gerakan perempuan Kei harus dilandasi oleh cinta kasih.

Emus menegaskan, kecerdasan dan kekuatan intelektual saja tidaklah cukup tanpa nilai kasih sayang, moralitas, dan tanggung jawab sosial.
“Perempuan Kei harus pintar, berpengetahuan, dan kuat, tetapi juga lembut, penuh kasih, dan bermoral. Pendidikan tanpa cinta kasih akan kehilangan maknanya,” tegasnya.

Melalui logo ini, Gerakan Edukasi Perempuan Kei diharapkan tidak hanya menjadi simbol visual, tetapi juga menjadi cerminan nilai perjuangan perempuan Kei yang berakar pada adat, diperkuat oleh pendidikan, serta digerakkan oleh cinta kasih dan tanggung jawab sosial.

Posting Komentar

0 Komentar