Konsep menyambut di Manoa Kei berakar kuat pada adat lokal, pelestarian lingkungan laut, serta keberlanjutan keterampilan tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Bagi masyarakat Kei, laut bukanlah batas wilayah, melainkan jalur hidup yang menghubungkan manusia, alam, dan budaya.
Hubungan erat ini tercermin dalam tradisi maritim, pembuatan perahu, hingga praktik sosial yang menempatkan laut sebagai pusat identitas dan keberlanjutan kehidupan.
Wilayah Ohoidertawun, tempat Manoa Kei berada, juga dikenal menyimpan jejak sejarah penting berupa lukisan batu kuno di ceruk-ceruk tebing pesisir.
Lukisan tersebut diyakini berkaitan dengan kehadiran awal masyarakat Austronesia di kawasan ini. Siluet manusia, ragam simbol, serta kemungkinan representasi perahu menjadi penanda bahwa kawasan pesisir Kei telah lama berfungsi sebagai ruang persinggahan, pengamatan, dan pertukaran budaya sejak masa lampau.
Dengan latar lanskap yang menyatukan alam, memori, dan tradisi, Manoa Kei menghadirkan hospitalitas masa kini yang berpijak pada kesinambungan sejarah manusia, sekaligus menjaga warisan budaya maritim agar tetap hidup dan bermakna di tengah perubahan zaman.
0 Komentar