Peluncuran perahu ke laut diiringi pembacaan arus laut, gestur adat, serta transmisi pengetahuan maritim oleh para tetua adat dan pembuat perahu. Nilai-nilai kearifan lokal yang ditampilkan menegaskan bahwa laut bagi masyarakat Kei bukanlah batas, melainkan jalur kehidupan dan ruang pertemuan budaya.
Pada malam harinya, mulai pukul 19.30 WIT, Manoa Kei menggelar malam budaya privat yang menghadirkan lebih dari 30 musisi dan penjaga budaya dari berbagai penjuru Kepulauan Kei.
Pertunjukan musik dan tarian tradisional yang dipadu dengan denting gong dan tabuhan tipa menghadirkan suasana sakral sekaligus meriah, menghidupkan kembali warisan budaya yang jarang disaksikan dalam satu peristiwa.
Selain menjadi perayaan budaya, rangkaian kegiatan ini juga membuka ruang refleksi bersama mengenai identitas dan seni menyambut tamu sebagai praktik budaya yang bermakna.
Diskusi yang berlangsung mengangkat kesadaran akan dampak negatif pariwisata massal, serta pentingnya merumuskan pola perjalanan dan kunjungan wisata yang tetap menghormati adat, menjaga alam, dan berpihak pada masyarakat lokal.
Melalui kegiatan ini, Manoa Kei menegaskan komitmennya sebagai ruang hospitalitas budaya yang tidak hanya merayakan warisan maritim, tetapi juga menjaga makna dan keberlanjutan nilai-nilai lokal di tengah arus pariwisata modern.
0 Komentar