Hal tersebut disampaikan Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, dalam sambutannya pada Acara Penyerahan Paket Bantuan Sarana Penangkapan Ikan dan Sarana Budidaya Rumput Laut Tahun Anggaran 2025, yang berlangsung di Langgur, Jumat (31/1/2026).
Bupati mengatakan, meskipun Maluku Tenggara memiliki sumber daya kelautan dan perikanan yang melimpah, pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat pesisir belum berjalan merata dan belum menjangkau seluruh nelayan kecil serta pembudidaya rumput laut.
“Kita memiliki potensi yang besar, akan tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Program pemberdayaan yang kita laksanakan belum berjalan merata dan mencakup banyak masyarakat pesisir. Hal ini disebabkan oleh keuangan daerah yang sangat terbatas,” ujar Bupati.
Menurutnya, keterbatasan anggaran tersebut tidak hanya dialami Kabupaten Maluku Tenggara, tetapi juga terjadi secara menyeluruh di berbagai daerah di Indonesia.
Meski demikian, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Daerah tetap berkomitmen menjalankan Visi Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tenggara 2025–2029, yakni Maluku Tenggara Mandiri, Cerdas, Demokratis, dan Berkeadilan Menuju Maluku Tenggara Hebat, dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi.
“Maluku Tenggara yang berkeadilan hanya dapat dicapai jika angka kemiskinan dapat kita turunkan. Untuk itu, berbagai program pemberdayaan terus kita lakukan, salah satunya pemberdayaan nelayan kecil dan pembudidaya rumput laut,” tegasnya.
Pada tahun 2025, Pemerintah Daerah melalui Dinas Perikanan Kabupaten Maluku Tenggara melaksanakan program pemberdayaan bagi nelayan kecil dan pembudidaya ikan, termasuk pembudidaya rumput laut.
Program ini sejalan dengan potensi perikanan tangkap daerah yang beragam, baik jenis pelagis maupun demersal, serta ketersediaan lahan budidaya yang luas.
Bupati juga mengingatkan para penerima bantuan agar memanfaatkan paket sarana yang diberikan dengan sebaik-baiknya dan tidak menjual bantuan tersebut.
“Jangan menjual paket pemberdayaan ini. Banyak temuan di lapangan, bantuan yang diberikan pemerintah justru tidak dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi, tetapi malah dijual. Ini sangat merugikan kita semua, terutama dalam upaya menurunkan angka kemiskinan,” katanya.
Selain itu, Bupati meminta Dinas Perikanan untuk tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga melakukan monitoring, pendampingan, serta edukasi secara berkelanjutan kepada nelayan dan pembudidaya.
“Penyerahan bantuan hari ini adalah langkah awal. Yang terpenting adalah proses pendampingan agar produktivitas nelayan kecil dan pembudidaya rumput laut dapat meningkat, sehingga benar-benar berdampak pada kesejahteraan mereka,” tutup Bupati.
0 Komentar