Momentum ini akan dirangkaikan dengan konferensi pers, peluncuran perahu bercadik tradisional, serta perhelatan malam budaya yang melibatkan puluhan penjaga tradisi dari berbagai wilayah Kepulauan Kei.
Konferensi pers dijadwalkan berlangsung pukul 14.00–16.00 WIT dan ditujukan bagi jurnalis serta perwakilan media untuk memperoleh informasi resmi terkait perjalanan Human Impulse, latar belakang kedatangan Louis Margot, serta rangkaian pertemuan budaya yang menyertainya.
Perjalanan Human Impulse: Menjelajah Dunia dengan Tenaga Manusia
Louis Margot dikenal sebagai mantan Juara Dunia Junior Dayung yang saat ini tengah menjalani perjalanan keliling dunia sepenuhnya dengan tenaga manusia, tanpa mesin maupun bantuan mekanis.
Melalui proyek Human Impulse, ia menempuh hampir 40.000 kilometer, bergantian mendayung di lautan dan bersepeda di daratan, dengan target melampaui rekor dunia perjalanan manusia tercepat yang saat ini berdurasi 5 tahun 11 hari.
Ia telah menyeberangi Samudra Atlantik sejauh sekitar 5.000 kilometer seorang diri, dan melanjutkan tantangan terberatnya dengan menyeberangi Samudra Pasifik sejauh lebih dari 11.000 kilometer, menghabiskan lebih dari 250 hari berturut-turut di laut.
Dalam perjalanannya, Margot menjalani aktivitas fisik harian selama 8 hingga 14 jam, mengakumulasi lebih dari 300 hari kemandirian samudra.
Persinggahannya di Kepulauan Kei mengikuti koridor angin dan arus laut historis yang sejak berabad-abad lalu dimanfaatkan oleh para navigator Austronesia.
Angin musiman, arus samudra, dan bintang menjadi penuntun perjalanan, mempertemukan eksplorasi modern dengan pengetahuan maritim leluhur.
0 Komentar