Maluku Tenggara,Liputan21.com - Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap destinasi wisata alam, khususnya di kawasan Indonesia bagian timur, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan nasional.
Wilayah yang dikenal sebagai kawasan “seribu pulau” ini menawarkan kejernihan laut, bentangan pantai pasir putih, serta gugusan pulau-pulau alami yang kian menarik minat wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Sebelum wisatawan menapakkan kaki di Pantai Ngurbloat (Pasir Panjang) atau menyusuri pasir timbul Ngurtafur, terdapat satu titik awal perjalanan yang menjadi simpul utama menuju Kepulauan Kei, yakni Langgur, ibu kota Kabupaten Maluku Tenggara.
Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, menegaskan bahwa Langgur bukan sekadar kota transit, melainkan pintu masuk yang merepresentasikan identitas sosial dan budaya masyarakat Kei.
“Selain keindahan alam, Langgur memiliki kekuatan sosial yang menjadi ciri khas Maluku Tenggara, yaitu nilai Ain ni Ain—kita semua bersaudara. Nilai ini hidup dalam keseharian masyarakat, mulai dari interaksi di pasar tradisional, aktivitas di bandara, hingga sikap terbuka warga dalam membantu dan menyambut pendatang,” ujar Bupati.
Keramahan masyarakat tersebut bukan sekadar atraksi wisata, melainkan warisan budaya yang terus dijaga dan diwariskan lintas generasi. Dengan perpaduan panorama alam dan nilai sosial yang kuat, Langgur menghadirkan pengalaman awal yang berkesan bagi setiap pengunjung.
Seluruh perjalanan menuju Kepulauan Kei diawali dari Bandara Karel Sadsuitubun (LUV) yang berlokasi di Desa Ibra, Kecamatan Kei Kecil. Bandara ini menjadi simpul utama transportasi, logistik, dan pelayanan publik, sekaligus gerbang kedatangan ribuan wisatawan setiap tahunnya.
Dari Langgur, wisatawan pertama kali menikmati bentang Laut Kei dari udara, menghirup udara laut yang khas, serta merasakan ritme kehidupan kepulauan yang tenang dan bersahaja sebelum menjelajah destinasi-destinasi unggulan Kei.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Tenggara, Victor E. Budhi Toffi, menambahkan bahwa Langgur menawarkan pengalaman wisata tersendiri yang layak dinikmati.
“Dalam jarak tempuh singkat dari pusat kota, wisatawan dapat mengunjungi Goa Hawang di Desa Letvuan—destinasi alam dengan air sebening kaca yang sarat nilai sejarah dan legenda lokal. Selain itu, kawasan pesisir di sekitar Langgur menghadirkan panorama laut biru jernih sebagai pengantar awal keindahan Maluku Tenggara,” jelasnya.
Langgur juga berfungsi sebagai fondasi perjalanan wisata: ruang beristirahat sebelum menyeberang ke pulau-pulau lain, pasar rakyat untuk mengenal kehidupan lokal, serta kawasan pesisir yang menghadirkan ketenangan di awal hari.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara semakin optimistis karena tidak semua daerah memiliki kota yang berperan sebagai gerbang menuju surga wisata alam, dan Langgur memiliki peran tersebut secara nyata.
“Oleh karena itu, Pemkab Maluku Tenggara terus mengampanyekan ‘INI LANGGUR, AWAL DARI #KEIndahanIndonesia’ dan #VisitKei untuk mengajak masyarakat nasional dan mancanegara mengenal Langgur sebagai bagian penting dari cerita perjalanan wisata di Kepulauan Kei,” pungkas Bupati.
Data kunjungan wisatawan ke Kepulauan Kei menunjukkan tren peningkatan signifikan sepanjang tahun 2025, didukung oleh ragam daya tarik alam seperti pantai pasir putih, perairan dangkal sejernih kaca, air terjun, hingga jalur trekking di pedalaman Kei Besar.
Puncak kunjungan terjadi pada Juli hingga Oktober, bertepatan dengan musim liburan nasional serta meningkatnya promosi dan awareness pariwisata Kei di berbagai kanal digital.
Kunjungan didominasi wisatawan domestik dan lokal, dengan pertumbuhan wisatawan mancanegara yang meningkat pesat pada semester kedua tahun 2025.
Adapun destinasi dengan jumlah kunjungan tertinggi meliputi:
••Air Terjun Soindrat (18.275 pengunjung)
••Bukit Indah Bombay (16.275 pengunjung)
••Air Terjun Bombay (14.250 pengunjung)
••Pantai Ngursarnadan (13.851 pengunjung)
••Pantai Ngurtafur (10.910 pengunjung)

0 Komentar