Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Buka Bersama Jadi Momen Perdamaian, Pemuda Fiditan Baca Sumpah Damai

Tual, liputan21.com – Momentum buka puasa bersama dimanfaatkan sebagai ajang perdamaian antara dua kelompok pemuda dan masyarakat Fiditan Lama dan Fiditan Kampung Baru. Dalam aksi damai tersebut, kedua belah pihak secara serempak membacakan surat sumpah perjanjian damai yang diikuti oleh para pemuda dan masyarakat. Kamis, 26/2/2026.

Kegiatan berlangsung di Balai Desa Fiditan, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual, dan disaksikan langsung oleh Dadang Hartanto selaku Kapolda Maluku, Dansat Brimob, serta unsur Forkopimda Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.

Sebagai bukti komitmen perdamaian, para pemuda menyerahkan sejumlah barang berbahaya berupa panah dan bom molotov kepada aparat keamanan. Penyerahan tersebut menjadi simbol berakhirnya konflik dan tekad untuk tidak lagi terlibat dalam aksi kekerasan.

Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, dalam arahannya mengajak seluruh masyarakat untuk membuka hati dan menyadari bahwa konflik hanya akan membawa kerugian serta menghambat kemajuan bersama. Ia menegaskan bahwa tindakan saling melukai sesama saudara tidak dibenarkan, terlebih dalam suasana bulan suci Ramadan.
Menurutnya, musuh yang sebenarnya bukanlah sesama saudara, melainkan segala bentuk perbuatan yang menghambat pembangunan, memecah persaudaraan, dan merusak masa depan generasi muda. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi, termasuk melalui media sosial, yang dapat memperkeruh keadaan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tual, Amir Rumra, menyampaikan harapannya agar perdamaian ini benar-benar dijaga bersama. Ia menegaskan bahwa konflik yang terjadi sebelumnya tidak membawa kemenangan bagi siapa pun, melainkan hanya menyisakan kesedihan bagi semua pihak.

Amir Rumra mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga, memperkuat persatuan, dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Menurutnya, kebersamaan dan kerukunan adalah kunci utama membangun daerah yang aman dan maju.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan buka puasa, menandai komitmen baru untuk hidup rukun, menjaga keamanan lingkungan, serta mempererat tali persaudaraan di antara masyarakat Fiditan.

Posting Komentar

0 Komentar