Tual, liputan21.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tual mencatat dua kejadian bencana akibat angin kencang yang disertai hujan deras terjadi di wilayah Kota Tual, Provinsi Maluku, sepanjang Januari 2026.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kedua peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan pada rumah warga dan fasilitas ibadah.
Kejadian pertama berupa pohon tumbang terjadi pada Jumat, 9 Januari 2026, sekitar pukul 03.35 WIT, berlokasi di Jalan Kristina Marta Tiahahu RT 005 RW 003, Ketsoblak, Kecamatan Pulau Dullah Selatan. Angin kencang disertai hujan deras mengakibatkan sebuah pohon roboh dan menimpa dua unit rumah warga di sekitar lokasi.
Adapun kerusakan yang ditimbulkan meliputi daun seng, kayu rep bumbungan rumah, serta dinding kamar mandi. Dalam kejadian ini, tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kota Tual segera berkoordinasi dengan DLHK Kota Tual dan warga setempat untuk melakukan pemotongan serta pembersihan pohon yang tumbang guna mencegah dampak lanjutan.
Sementara itu, kejadian kedua terjadi pada Selasa, 13 Januari 2026, sekitar pukul 12.03 WIT, di Kompleks Wara, Jalan H. Abd. Gani Renuat, Kelurahan Masrum, Kecamatan Pulau Dullah Selatan.
Angin kencang menyebabkan penutup gubah bagian bawah Masjid Al-Hidayah Wara terlepas dan terbang, kemudian jatuh menimpa atap rumah milik warga bernama Ibu Bin Rettob, sehingga mengalami kerusakan sedang.
Kerugian yang ditimbulkan pada peristiwa ini berupa kerusakan daun seng, dan kembali dipastikan tidak ada korban jiwa.
BPBD Kota Tual telah melakukan asesmen kerusakan dan kerugian di lokasi kejadian sebagai dasar penanganan lanjutan.
Kepala Bidang Darurat dan Logistik (Darlok) BPBD Kota Tual, Ahmad Rahayaan, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
“Kami mengimbau warga untuk tidak berteduh atau beraktivitas di bawah pohon besar serta menjauhi bangunan yang diduga tidak kuat saat terjadi angin kencang dan hujan deras,” ujarnya.
BPBD Kota Tual juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan sebagai langkah mitigasi bencana.
Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita.

0 Komentar