Langgur, liputan21.com– Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, menerima kunjungan silaturahmi Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto bersama Irdam XV/Pattimura Brigjen TNI Muhammad Ali, Dansat Brimob beserta jajaran, di Rumah Dinas Bupati Maluku Tenggara, Rabu malam.
Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan dialog kebersamaan, serta dihadiri Ketua MUI Maluku, unsur Forkopimda Maluku Tenggara, para raja, camat, kepala ohoi, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Maluku Tenggara menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama, dan tokoh adat dalam menjaga stabilitas keamanan dan keharmonisan sosial di Maluku Tenggara.
Ia menyampaikan bahwa persoalan keamanan tidak bisa diselesaikan secara sepihak, melainkan membutuhkan kebersamaan semua unsur.
“Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri. Kami selalu berdiskusi dan berkoordinasi dengan TNI-Polri, tokoh agama, dan tokoh adat untuk menyelesaikan setiap persoalan yang muncul di masyarakat,” ujar Bupati.
Bupati juga mengapresiasi peran Kapolda Maluku dan jajarannya dalam menjaga situasi keamanan di Maluku Tenggara, termasuk penanganan konflik sosial di masa lalu. Ia menyebutkan bahwa berbagai upaya pemulihan, termasuk pembangunan kembali rumah warga yang terdampak konflik, telah diselesaikan dengan baik sehingga situasi daerah kembali kondusif.
Sementara itu, Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto dalam kesempatan tersebut menyampaikan kekagumannya terhadap keindahan alam Maluku serta potensi besar masyarakat kepulauan yang didukung oleh kekayaan sumber daya laut.
“Maluku ini wilayah yang sangat indah, lautnya kaya, dan masyarakatnya memiliki potensi besar. Tinggal bagaimana kita menjaga dan mengelolanya secara bijak,” ungkap Kapolda.
Kapolda juga menekankan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam membina generasi muda, sekaligus mengingatkan bahwa potensi konflik sosial sering kali dipicu oleh konsumsi minuman keras dan kurangnya pengawasan terhadap anak-anak muda.
Ia menilai kepala desa atau kepala ohoi memiliki peran strategis sebagai kekuatan utama dalam menjaga keteraturan sosial di wilayahnya.
“Kekuatan kita ada di kepala desa dan kepala ohoi. Jika mereka solid dan berani mengambil keputusan, maka masyarakat akan lebih tertib dan harmonis,” tegasnya.
Kapolda turut mengajak pemerintah daerah dan masyarakat untuk lebih berani melakukan pencegahan dini terhadap potensi konflik, serta membangun kesadaran hukum dari dalam komunitas agar penegakan hukum tidak selalu berujung pada benturan sosial.
Dalam kesempatan yang sama, Irdam XV/Pattimura Brigjen TNI Muhammad Ali menekankan pentingnya deteksi dan pencegahan dini terhadap konflik sosial.
Ia mengungkapkan bahwa keributan di masyarakat kerap berawal dari persoalan kecil antarindividu yang kemudian meluas menjadi konflik antar kelompok atau kampung.
“Jangan menunggu sampai kejadian baru dilaporkan. Jika sudah terlihat tanda-tanda, segera sampaikan kepada aparat agar bisa dicegah sejak awal,” pesannya.
Ia juga mengapresiasi langkah-langkah Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara yang melibatkan adat dan kesepakatan bersama sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Rangkaian silaturahmi ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga Maluku Tenggara tetap aman, damai, dan harmonis, serta mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.




0 Komentar