Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Pj Sekda Pimpin Sidak Pasar Tual, Beras Aman



Tual, Liputan 21.com – Pemerintah Kota Tual melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Tual, Selasa (26/8/2025). Sidak dipimpin langsung Penjabat Sekretaris Daerah Kota Tual, Ridwan H. Renwarin, mewakili Wali Kota Tual, bersama unsur Forkopimda dan jajaran OPD terkait.

Sidak ini dilakukan untuk memastikan stabilisasi pasokan dan harga bahan kebutuhan pokok, sekaligus merespons isu inflasi pangan di Kota Tual.

Beras Terkendali Hingga Desember

Hasil sidak menunjukkan, pasokan beras masih aman. Hingga Agustus 2025, Bulog Tual telah menyalurkan sekitar 500 ton beras SPHP untuk Tual, Maluku Tenggara, dan Kepulauan Aru. Bahkan, Bulog telah memesan tambahan 1.500 ton beras sehingga stok dipastikan cukup hingga Desember.

Distribusi dilakukan tidak hanya di pasar, tetapi juga ke desa-desa dengan dukungan Pemda, Kodim 1503, dan Polres Tual. Langkah ini diyakini dapat menahan gejolak harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Minyak Goreng Masih Jadi Masalah

Berbeda dengan beras, minyak goreng masih menjadi sorotan. Minyak KITA kemasan sederhana belum tersedia di Bulog Tual. Yang beredar hanya minyak premium, sementara stok murah masih didatangkan pedagang dari Surabaya dengan harga di atas HET Rp15.700 per liter.

Pemerintah Kota Tual diminta segera melakukan subsidi transportasi dari Ambon agar harga minyak goreng tidak melambung dan membebani masyarakat.

Cabe Stabil, Hortikultura Deflasi, Ikan Naik

Pasokan cabe rawit relatif aman berkat produksi petani lokal dan suplai dari daerah penyangga seperti Seram Bagian Timur, Ambon, dan Masohi. Namun, harga ikan justru naik karena suplai masih tergantung pihak ketiga, sehingga mata rantai distribusi panjang memengaruhi harga jual di pasar.

Sementara itu, beberapa sayuran hortikultura seperti buncis, bayam, dan kangkung mengalami deflasi akibat over produksi.

Rekomendasi TPID

TPID merekomendasikan sejumlah langkah strategis, antara lain:

Memantau stok beras secara rutin dan mengontrol distribusi lewat aplikasi rekanan Bulog.

Mendorong subsidi transportasi minyak goreng dari Ambon ke Tual.

Mempercepat kerja sama antar daerah untuk komoditi cabe, tomat, hortikultura, dan ikan.

Membuat regulasi kewajiban upi-upi (unit pengolahan ikan) menyisihkan 5–10% hasil tangkapan sebagai stok pasar Tual.

Menggelar Gerakan Menanam untuk memperkuat ketahanan pangan lokal, sekaligus mendukung penanganan stunting dan pengendalian inflasi.


> “Sidak ini memastikan masyarakat tetap tenang. Pasokan aman, harga terkendali, tapi ada komoditi yang harus segera diintervensi,” tegas Ridwan Renwarin.

Sumber: TPID Kota Tual



Posting Komentar

0 Komentar