Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Gerakan Tanam Cabai Serentak se-Provinsi Maluku Digelar di Ohoi Danar Lumefar


Maluku Tenggara, Liputan 21.com – Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) tahun 2025 di Provinsi Maluku resmi dicanangkan melalui kegiatan tanam cabai serentak di seluruh kabupaten/kota. Untuk Kabupaten Maluku Tenggara, kegiatan dipusatkan di kebun cabai milik Kelompok Tani Menyala Abangku di Ohoi Danar Lumefar, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Rabu (13/8/2025).

Hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Maluku Tenggara, unsur Forkopimda Malra, Ketua DPRD Malra bersama jajaran, Staf Ahli Bupati, para asisten Setda, pimpinan OPD lingkup Pemkab Maluku Tenggara, penyuluh pertanian, para guru, serta ratusan siswa dan masyarakat setempat.

Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun, yang menyampaikan sambutan secara virtual, mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dan menegaskan pentingnya gerakan ini dalam menjaga ketersediaan pangan serta menekan laju inflasi, khususnya harga cabai yang kini hampir menyentuh Rp200.000 per kilogram.

> “Harga cabai yang melonjak sering disebabkan oleh permainan pedagang besar. Karena itu, kita harus mengajak masyarakat untuk menanam sendiri agar kebutuhan bisa dipenuhi dari daerah. Jika perlu, pemerintah daerah menyiapkan anggaran untuk membeli hasil panen masyarakat dengan harga wajar,” tegas Bupati.



Ia juga mendorong pemanfaatan lahan yang ada di setiap ohoi (desa) agar tidak terbengkalai. Menurutnya, keberhasilan program ini membutuhkan kerja sama semua pihak — mulai dari pemerintah, DPRD, kelompok tani, hingga masyarakat umum.

Bupati mengusulkan agar Pemkab Malra dan DPRD menyiapkan infrastruktur pendukung, seperti cold storage (ruang pendingin) dan resi gudang, sehingga hasil panen cabai dapat disimpan dengan baik sebelum dijual ke pasar lokal maupun dikirim ke daerah lain seperti Ambon.

> “Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali mereka sendiri yang berusaha. Kita sudah diberi lahan yang luas dan subur, jadi mari kita manfaatkan. Kalau lahan ini dibiarkan, suatu saat Tuhan bisa saja mengambil kembali berkah ini,” ungkapnya.



Bupati menutup arahannya dengan ajakan agar seluruh elemen masyarakat, termasuk para pelajar, terus menjaga semangat bertani demi kemandirian pangan dan kesejahteraan Maluku Tenggara.

Gerakan tanam cabai serentak ini dilaksanakan bersamaan di 11 kabupaten/kota se-Provinsi Maluku, dengan target luas tanam mencapai ratusan hektare.



Posting Komentar

0 Komentar