Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Maluku Tenggara, Budhi Toffi, menempatkan festival ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat daya tarik pariwisata daerah sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekonomi kreatif.
Peluang tersebut terbuka melalui berbagai sektor pendukung pariwisata, mulai dari kuliner khas Kei, kerajinan lokal, jasa transportasi, penginapan, pemandu wisata, hingga pertunjukan seni dan budaya yang melibatkan talenta lokal.
Semakin banyak wisatawan yang berkunjung dan tinggal lebih lama, semakin besar pula kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan penjualan dan pendapatan.
Festival Pesona Meti Kei juga memiliki kekuatan pada perpaduan fenomena alam meti, keindahan pantai dan pulau, serta tradisi masyarakat Kei yang diwariskan lintas generasi.
Daya tarik ini menjadi modal penting untuk membangun pengalaman wisata yang khas sekaligus memperluas promosi Kepulauan Kei ke tingkat nasional maupun internasional.
Namun, besarnya festival tidak cukup diukur dari kemeriahan acara atau jumlah pengunjung semata.
Ukuran keberhasilan yang lebih mendasar adalah seberapa besar manfaat ekonomi yang benar-benar dirasakan masyarakat, berapa banyak pelaku UMKM yang memperoleh pasar, serta sejauh mana kegiatan tersebut membuka peluang kerja dan memperkuat usaha lokal.
Karena itu, keterlibatan masyarakat dan penggunaan talenta lokal menjadi elemen penting dalam penyelenggaraan festival.
Perputaran belanja wisatawan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan utama, tetapi turut menghidupkan perdagangan, jasa, industri kreatif, dan berbagai usaha masyarakat di sekitar destinasi wisata.
Tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan pariwisata berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan budaya.
Keindahan pantai, ekosistem pesisir, serta tradisi meti merupakan aset utama yang harus dijaga agar tetap menjadi sumber manfaat bagi generasi mendatang.
Festival Pesona Meti Kei 2026 pada akhirnya menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi Maluku Tenggara: bagaimana mengubah pesona alam dan kekayaan budaya menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.
Bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, momentum ini menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa pariwisata bukan hanya tentang mendatangkan wisatawan, tetapi juga membangun kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi lokal yang tumbuh, produktif, dan berdaya saing.
0 Komentar