Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Bupati Thaher Hanubun Letakkan Batu Pertama Masjid Al-Mujibah, Gaungkan Ain Ni Ain

Malra, Liputan21.com — Pembangunan Masjid Al-Mujibah di Ohoi Selayar, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara, menjadi momentum memperkuat persatuan, menghidupkan semangat gotong royong, serta merawat nilai-nilai luhur budaya Kei, Ain Ni Ain.

Pesan tersebut ditegaskan Bupati Maluku Tenggara, H. Muhamad Thaher Hanubun, dalam sambutannya pada acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al-Mujibah Ohoi Selayar. Bupati menekankan bahwa pembangunan rumah ibadah tidak sekadar menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga membangun kehidupan masyarakat yang religius, rukun, harmonis, dan berlandaskan persaudaraan.

Menurut Thaher Hanubun, masjid memiliki peran strategis yang jauh melampaui fungsinya sebagai tempat menunaikan ibadah salat. Masjid juga menjadi pusat pendidikan agama, pembentukan akhlak, penguatan kepedulian sosial, serta perekat persatuan umat.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Ohoi Selayar untuk menjadikan pembangunan Masjid Al-Mujibah sebagai tanggung jawab bersama, bukan semata-mata tugas panitia atau segelintir orang.

AIN NI AIN, FONDASI PERSATUAN MASYARAKAT KEI

Dalam sambutannya, Thaher mengingatkan masyarakat Kei agar terus menghidupkan falsafah Ain Ni Ain dalam kehidupan sehari-hari. Nilai tersebut mengajarkan bahwa masyarakat merupakan satu kesatuan persaudaraan yang harus saling memiliki, menghormati, membantu, dan menjaga.

Menurutnya, ketika pembangunan hanya mengandalkan segelintir orang, hasilnya mungkin sebatas bangunan fisik. Namun, ketika seluruh masyarakat bersatu dan bergandengan tangan, pembangunan juga akan memperkuat ikatan persaudaraan.

Ia berharap tidak ada sekat antara generasi tua dan muda, antarkeluarga, maupun antara masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi berbeda dalam proses pembangunan masjid tersebut.

Semua warga, kata dia, memiliki kesempatan yang sama untuk mengambil bagian dalam pembangunan rumah Allah sesuai kemampuan masing-masing.

Semangat Ain Ni Ain, lanjutnya, harus diwariskan kepada generasi muda agar persaudaraan tetap menjadi kekuatan utama masyarakat Kei.

LARVUL NGABAL DAN GOTONG ROYONG JADI PEREKAT

Selain Ain Ni Ain, Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai hukum adat Larvul Ngabal yang mengajarkan penghormatan terhadap kehidupan, kehormatan manusia, persaudaraan, dan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia menegaskan bahwa perbedaan pendapat dalam pembangunan merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk merusak persatuan.

Apabila muncul persoalan, masyarakat diminta mengutamakan musyawarah, menjaga tutur kata, serta menyelesaikan setiap perbedaan dengan kepala dingin dan tetap menjunjung tinggi nilai adat maupun agama.

Thaher juga mengajak masyarakat menghidupkan semangat gotong royong dengan berkontribusi sesuai kemampuan.
Warga yang memiliki tenaga dapat membantu pekerjaan pembangunan. Mereka yang memiliki gagasan dapat menyumbangkan pemikiran, sementara masyarakat yang mempunyai rezeki lebih dapat memberikan bantuan materi.

Bahkan, bagi mereka yang belum mampu memberikan sumbangan materi, doa, kepedulian, dan dukungan tetap memiliki arti penting.

Ia mengingatkan bahwa semangat saling membantu dalam pembangunan masjid sejalan dengan ajaran Islam, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Ma'idah ayat 2 yang memerintahkan umat manusia untuk saling menolong dalam kebajikan dan ketakwaan.

Thaher optimistis, dengan kekompakan dan partisipasi seluruh masyarakat, pembangunan Masjid Al-Mujibah dapat berjalan dengan baik dan memperoleh keberkahan.

MASJID HARUS MAKMUR, BUKAN SEKADAR MEGAH

Bupati juga menaruh perhatian pada keberlanjutan fungsi masjid setelah pembangunan fisiknya selesai.
Ia berharap Masjid Al-Mujibah tidak hanya berdiri megah, tetapi juga dipenuhi jamaah dan menjadi pusat kegiatan keagamaan serta pembinaan umat.

Menurutnya, kemegahan bangunan harus berjalan seiring dengan meningkatnya kualitas kehidupan beragama masyarakat. Masjid harus menjadi tempat tumbuhnya kecintaan terhadap Al-Qur'an, pembentukan akhlak, pendidikan generasi muda, serta penguatan kepedulian sosial.

Karena itu, ia mendorong masyarakat untuk mengisi masjid dengan salat berjamaah, pengajian, pendidikan Al-Qur'an bagi anak-anak, majelis taklim, pembinaan pemuda, dan berbagai kegiatan sosial keagamaan lainnya.

Generasi muda Ohoi Selayar, secara khusus, diharapkan mengambil peran penting dalam memakmurkan masjid. Sebab, keberlanjutan rumah ibadah dan masa depan kampung turut ditentukan oleh kualitas generasi penerusnya.

PESAN BUPATI: JAGA PERSAUDARAAN DAN KAMPUNG

Di hadapan masyarakat, Thaher menitipkan pesan agar seluruh warga terus menjaga kekompakan, persaudaraan, adat, dan masjid sebagai bagian penting dari kehidupan bersama.

Ia mengingatkan agar perbedaan kecil tidak sampai merusak persaudaraan yang telah diwariskan para leluhur.

Baginya, agama dan adat bukan dua hal yang saling bertentangan, melainkan kekuatan yang dapat berjalan beriringan untuk membangun masyarakat yang damai, rukun, dan bermartabat.

Agama memberikan pedoman tentang kebaikan, adat memperkuat kebersamaan, sedangkan Ain Ni Ain mengingatkan setiap orang bahwa mereka adalah saudara yang harus saling menjaga.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, Bupati menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Ohoi Selayar, panitia pembangunan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, kaum perempuan, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Masjid Al-Mujibah.

Ia berharap setiap tenaga, sumbangan, dan doa yang diberikan menjadi amal jariyah di sisi Allah SWT.

Peletakan batu pertama tersebut sekaligus menandai dimulainya pembangunan Masjid Al-Mujibah Ohoi Selayar, dengan harapan kelak menjadi pusat ibadah, pusat ilmu, pusat persaudaraan, dan sumber keberkahan bagi masyarakat.

Bagi Thaher, pembangunan masjid harus dimulai dengan niat yang tulus, dikerjakan dengan kekompakan, dijaga dengan semangat Ain Ni Ain, serta disempurnakan melalui doa dan keikhlasan.

Rumah Allah dibangun dengan batu dan semen, tetapi kekuatan sesungguhnya lahir dari persatuan, keimanan, dan persaudaraan masyarakat yang menjaganya.

Posting Komentar

0 Komentar