Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

FPMK 2026 Dibuka, Bupati Thaher Bidik Pariwisata Jadi Penggerak Ekonomi Kei

Langgur, Liputan21.com — Festival Pesona Meti Kei (FPMK) 2026 resmi dibuka. Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menjadikan momentum ini bukan sekadar pesta budaya dan pariwisata, tetapi mesin penggerak ekonomi masyarakat, dengan mendorong wisatawan datang, tinggal lebih lama, berbelanja, menikmati kuliner lokal, serta menghidupkan usaha masyarakat.

Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, membuka secara resmi FPMK 2026 melalui pelepasan balon gas di Taman Landmark Kota Langgur, Senin (19/10/2026). FPMK tahun ini kembali menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026, sekaligus panggung promosi destinasi unggulan Kepulauan Kei.

Pembukaan diawali Karnaval Budaya yang melibatkan 78 kontingen dan sekitar 1.000 peserta dari jenjang PAUD, SD hingga SMP se-Maluku Tenggara. Karnaval dilepas Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam dari Pelataran Balai Ohoi Langgur menuju Taman Landmark.

Sambutan Bupati dibacakan Wabup Charlos di hadapan Forkopimda, pimpinan DPRD, pejabat daerah dan ribuan masyarakat.
Bupati menegaskan, FPMK harus menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat, bukan berhenti sebagai agenda tahunan.

 **"FPMK bukan sekadar perayaan. Ini panggung promosi pariwisata yang harus memberi manfaat bagi masyarakat.”**

Thaher menyebut Kei memiliki modal wisata yang kuat, mulai dari Pantai Ngurbloat dengan pasir putihnya, laut jernih dengan kekayaan bahari seperti fan kurkurat dan wer warat, hingga keramahan masyarakat dan kearifan budaya yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Potensi tersebut, menurutnya, harus dikonversi menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran wisatawan harus memberi ruang lebih besar bagi pelaku UMKM, pengusaha kuliner, perajin, pelaku ekonomi kreatif, penyedia jasa transportasi hingga usaha akomodasi.

Selain potensi alam, Bupati menegaskan bahwa kekuatan utama Kei terletak pada persatuan masyarakat.

**“Kekuatan orang Kei adalah kekeluargaan dan persaudaraan. Itulah warisan yang harus kita tampilkan dengan bangga.”**

Di tengah kabut asap yang sempat melanda Maluku Tenggara dalam beberapa hari terakhir, Bupati mengapresiasi wisatawan mancanegara yang tetap datang ke Kei.

Ia meminta masyarakat menjadikan kehadiran wisatawan sebagai kesempatan membangun kesan positif tentang Kei.

 **“Sambut dengan hangat, layani dengan tulus. Biarkan mereka pulang membawa kesan indah dan kembali lagi.”**

Bupati juga menginstruksikan masyarakat menjaga kebersihan, kesehatan dan kenyamanan selama festival berlangsung. Sampah diminta tidak dibuang sembarangan, sementara masyarakat didorong meramaikan FPMK melalui konten positif di media sosial.

Rangkaian FPMK 2026 akan berlangsung hingga puncak acara pada 24 Oktober 2026 di Pantai Ngurbloat.

BUKAN SEKADAR FESTIVAL
FPMK 2026 kini diuji bukan hanya dari meriahnya panggung dan banyaknya wisatawan yang datang, tetapi dari seberapa besar perputaran ekonomi yang tercipta dan seberapa nyata manfaatnya dirasakan masyarakat.

Sebab, ketika wisatawan datang ke Kei, yang diharapkan ikut tumbuh bukan hanya angka kunjungan, tetapi juga omzet UMKM, pendapatan pelaku usaha, lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat.

Festival boleh berakhir, tetapi dampak ekonominya harus tetap tinggal di Kei.

Posting Komentar

0 Komentar