Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tenggara ini berfokus pada revitalisasi, transformasi, serta edukasi pengelolaan toilet yang bersih, sehat, kering, dan higienis di setiap destinasi wisata.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong perubahan pola pikir pengelola destinasi wisata, bahwa kualitas pelayanan pariwisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, tetapi juga ketersediaan fasilitas sanitasi yang layak dan nyaman bagi pengunjung.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tenggara, Budhi Toffi, mengatakan sosialisasi ini merupakan langkah penting dalam membangun kesadaran bersama mengenai standar kebersihan fasilitas umum, khususnya toilet pada kawasan wisata.
Menurutnya, Maluku Tenggara memiliki potensi pariwisata bahari dan alam yang besar, sehingga harus didukung dengan fasilitas penunjang yang memadai, termasuk toilet yang terawat, higienis, dan memenuhi kebutuhan wisatawan.
Melalui kolaborasi ATI dan Kementerian Pariwisata, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara diharapkan dapat memperkuat komitmen pengelola destinasi wisata dalam menerapkan standar kebersihan secara berkelanjutan.
Transformasi toilet wisata ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun citra pariwisata Maluku Tenggara yang berkualitas, ramah pengunjung, serta mampu memberikan pengalaman wisata yang aman dan nyaman.
Sebab, destinasi wisata yang indah harus berjalan seiring dengan fasilitas yang bersih. Dari toilet yang higienis, kepercayaan wisatawan terhadap kualitas pariwisata Kei ikut dibangun.
0 Komentar