Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Kota Tual Siap Sambut Jambore Pecinta Alam Maluku Ke-XXVIII, Angkat Potensi Ekosistem Kepulauan Kei

Tual, liputan21.com — Kota Tual, Provinsi Maluku, siap menyambut pelaksanaan Jambore Pecinta Alam Maluku ke-XXVIII yang akan berlangsung pada 15–18 Agustus 2026.Kegiatan yang mempertemukan organisasi pecinta alam se-Maluku tersebut menjadi momentum silaturahmi, penguatan kapasitas, sekaligus konsolidasi organisasi dalam mendorong kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup, khususnya ekosistem Kepulauan Kei.


Jambore kali ini mengusung tema “Merajut Harmoni di Bumi Maren Maryadat: Kolaborasi Pecinta Alam dalam Melestarikan Ekosistem Kepulauan Kei.”

Tema tersebut diharapkan mampu memperkuat persaudaraan antarorganisasi pecinta alam sekaligus mendorong lahirnya kolaborasi nyata dalam menjaga lingkungan dengan mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Kei.

Sekretaris Panitia Jambore Pecinta Alam Maluku ke-XXVIII, Umi Hani Nuhuyanan, S.H., mengatakan panitia terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan kegiatan.

Berbagai tahapan telah dilakukan, mulai dari koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, peninjauan lokasi kegiatan, penyusunan teknis pelaksanaan, penyebaran informasi kepada organisasi peserta, hingga penyempurnaan administrasi dan sarana pendukung.

“Jambore ini menjadi ruang untuk saling belajar, berbagi pengalaman, serta membangun komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam. Melalui semangat kebersamaan dan nilai-nilai budaya Maren Maryadat, kami ingin memperkuat kolaborasi seluruh pecinta alam Maluku dalam menjaga ekosistem Kepulauan Kei sebagai warisan yang harus dilestarikan,” ujar Umi Hani.

Selama empat hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan. Di antaranya upacara pembukaan, diskusi lingkungan, pendidikan konservasi, aksi penghijauan, penjelajahan alam, pentas seni dan budaya, forum silaturahmi organisasi pecinta alam Maluku, serta berbagai kegiatan edukatif lainnya.

Rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Panitia juga mengajak seluruh organisasi pecinta alam, baik KPA, MAPALA, maupun SISPALA, serta masyarakat Kota Tual dan Kepulauan Kei untuk bersama-sama menyukseskan Jambore Pecinta Alam Maluku ke-XXVIII.

Selain memperkuat sinergi dalam pelestarian lingkungan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi wisata alam dan budaya Kepulauan Kei kepada masyarakat luas.

Dengan semangat “Merajut Harmoni di Bumi Maren Maryadat”, Jambore Pecinta Alam Maluku ke-XXVIII diharapkan menjadi tonggak lahirnya kolaborasi berkelanjutan antara organisasi pecinta alam, pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjaga ekosistem Kepulauan Kei tetap lestari serta memberikan manfaat bagi generasi masa kini dan generasi mendatang.

Kota Tual siap menyambut seluruh peserta Jambore Pecinta Alam Maluku ke-XXVIII dengan semangat kebersamaan, persaudaraan, dan kepedulian terhadap alam di Bumi Maren Maryadat.
.

Posting Komentar

0 Komentar