Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Bupati Thaher Sambut KKN UGM-Unpatti, Tekankan Adat Larvul Ngabal dan Potensi Kei

Malra, Liputan21.com — Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program kerja mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan KKN Kolaborasi Universitas Pattimura (Unpatti) yang berlangsung di Ohoi Danar, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara.

Paparan program kerja tersebut berlangsung di kediaman Bupati Maluku Tenggara di Ohoi Danar. Kegiatan menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menyampaikan berbagai rencana kegiatan yang akan dilaksanakan selama berada di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Muhamad Thaher Hanubun mengapresiasi program dan gagasan yang telah dipaparkan mahasiswa. Ia berharap seluruh program yang telah disusun dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi bahan masukan bagi pemerintah ohoi.

Bupati juga mengingatkan para mahasiswa untuk memahami dan menghormati nilai-nilai hukum adat yang berlaku di Kepulauan Kei, khususnya Hukum Adat Larvul Ngabal yang menjadi salah satu landasan penting dalam kehidupan masyarakat Maluku Tenggara.

Menurutnya, Hukum Adat Larvul Ngabal telah menjadi pedoman kehidupan masyarakat Kei jauh sebelum lahirnya hukum positif dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Di sini ada yang namanya hukum adat Larvul Ngabal. Hukum adat ini menjadi pegangan hidup masyarakat,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, filosofi Hukum Adat Larvul Ngabal tidak hanya berkaitan dengan aturan, tetapi juga mengatur hubungan antarmanusia, menjaga kehormatan, persaudaraan, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang aman dan harmonis.

Bupati mengajak mahasiswa KKN untuk mempelajari nilai-nilai tersebut selama berada di Ohoi Danar dan wilayah Maluku Tenggara. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya datang untuk menjalankan program kerja, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengenal budaya, sejarah, adat istiadat dan kehidupan masyarakat setempat.

Bupati juga meminta para kepala ohoi agar menjadikan hasil pemaparan mahasiswa sebagai bahan masukan untuk mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
“Apa yang telah dipaparkan dan disampaikan mahasiswa dapat menjadi bahan masukan bagi kepala ohoi,” katanya.

Selain itu, Bupati mengingatkan mahasiswa agar tetap menjaga dan merawat berbagai hasil program yang nantinya dilaksanakan di masyarakat. Ia menilai keberhasilan sebuah program tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaannya, tetapi juga bagaimana masyarakat menjaga keberlanjutannya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menyampaikan bahwa berbagai usulan yang disampaikan mahasiswa perlu disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan pemerintah daerah maupun masyarakat.

Ia mengatakan, pemerintah memiliki keterbatasan dalam merealisasikan seluruh kebutuhan masyarakat secara cepat. Karena itu, diperlukan pemahaman dan sinergi antara pemerintah, masyarakat, serta mahasiswa.
Bupati juga berpesan kepada mahasiswa agar selama berada di Maluku Tenggara dapat membawa pengalaman dan kenangan yang baik.

Ia mengajak mahasiswa untuk memperkenalkan berbagai potensi positif Maluku Tenggara, terutama keindahan alam dan kekayaan budaya Kepulauan Kei.
“Kalau ada sesuatu yang kurang baik, tinggalkan saja di sini. Jangan dibawa dan diceritakan. Ceritakanlah yang baik-baik tentang Maluku Tenggara,” pesan Bupati.

Menurutnya, mahasiswa yang berasal dari luar daerah dapat menjadi bagian dari promosi daerah melalui pengalaman yang mereka peroleh selama menjalankan KKN.

Keindahan pantai, budaya, adat istiadat dan kehidupan masyarakat Kepulauan Kei, kata Bupati, merupakan potensi yang dapat diperkenalkan kepada masyarakat luas.

Bupati juga menyinggung perkembangan informasi di dunia maya yang terkadang dapat menimbulkan kesalahpahaman terhadap suatu daerah. Karena itu, ia mengajak mahasiswa untuk melihat langsung kondisi masyarakat dan tidak mudah mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial.

Menutup sambutannya, Bupati Muhamad Thaher Hanubun mendoakan seluruh mahasiswa KKN agar dapat menjalankan tugas dengan baik, memperoleh pengalaman berharga dan kembali ke daerah asal masing-masing dengan selamat.

Ia berharap selama berada di Maluku Tenggara, mahasiswa dapat meninggalkan manfaat bagi masyarakat sekaligus membawa pulang kenangan indah dari Kepulauan Kei.

“Pergilah dengan membawa sesuatu yang indah dari Maluku Tenggara. Insyaallah pulang dengan selamat dan membawa kenangan yang indah,” tutupnya.

Pelaksanaan KKN PPM UGM dan KKN Kolaborasi Unpatti diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, khususnya di wilayah ohoi, sekaligus memperkenalkan potensi budaya dan kekayaan alam Maluku Tenggara kepada generasi muda.

Posting Komentar

0 Komentar