Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi kampanye kesehatan, tetapi juga menghadirkan pelayanan pemeriksaan langsung bagi masyarakat. Sebanyak 120 warga mengikuti cek kesehatan gratis yang turut didukung oleh Dokter Spesialis Anak dan Dokter Spesialis THT.
Dalam sambutannya, Bupati Thaher menegaskan bahwa menjaga kesehatan masyarakat tidak boleh hanya berorientasi pada pengobatan ketika seseorang sudah sakit. Menurutnya, langkah yang jauh lebih penting adalah mencegah penyakit, menemukan masalah kesehatan sedini mungkin, serta membangun perilaku hidup sehat di tengah keluarga dan masyarakat.
“Masalah kesehatan utama adalah bagaimana kita mencegah penyakit, menemukan masalah kesehatan sedini mungkin, dan membangun perilaku hidup sehat,” demikian penekanan Bupati dalam sambutannya.
Ia menyebut kehadiran dokter spesialis dalam kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus memperkuat akses terhadap pelayanan kesehatan.
SOROT STUNTING DAN KESEHATAN TELINGA ANAK
Bupati Thaher secara khusus menyoroti dua isu kesehatan yang dinilai membutuhkan perhatian serius, yakni pencegahan stunting pada anak serta kesehatan telinga dan pendengaran.
Terkait stunting, Bupati mengingatkan bahwa pencegahan tidak boleh dilakukan setelah anak mengalami stunting. Upaya tersebut harus dimulai sejak masa remaja, calon pengantin, kehamilan, persalinan, masa nifas, pemberian ASI, pemenuhan kebutuhan gizi hingga pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin.
Kehadiran Dokter Spesialis Anak diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai kebutuhan gizi, pemberian ASI, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, serta mengenali tanda-tanda yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, perhatian juga diarahkan pada gangguan telinga dan pendengaran. Bupati mengingatkan bahwa gangguan pendengaran yang tidak ditemukan dan ditangani sejak dini dapat memengaruhi kemampuan anak dalam berkomunikasi, belajar, bersosialisasi dan berkembang secara optimal.
Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan tanda-tanda gangguan pendengaran pada anak.
“Jangan menunggu sampai gangguan menjadi berat. Temukan lebih awal, periksa lebih awal, dan tangani lebih awal,” tegasnya.
GERMAS DIMULAI DARI KEBIASAAN SEDERHANA
Bupati juga mengajak masyarakat menjadikan GERMAS sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan sekadar slogan dalam kegiatan seremonial.
Beberapa perilaku hidup sehat yang ditekankan antara lain mengonsumsi makanan bergizi seimbang, melakukan aktivitas fisik secara rutin, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menggunakan air bersih dan sanitasi yang layak, tidak merokok, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Masyarakat juga diminta memanfaatkan pangan lokal untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga, memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara rutin, menjaga kesehatan telinga dan segera memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan apabila ditemukan keluhan atau tanda-tanda gangguan kesehatan.
PERAN POSYANDU DIPERKUAT
Dalam kesempatan itu, Bupati Thaher turut menegaskan pentingnya peran Posyandu sebagai salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Menurutnya, para kader Posyandu harus terus meningkatkan keterampilan agar mampu menjadi penggerak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat di desa maupun ohoi masing-masing.
Pengetahuan dan informasi yang diperoleh melalui kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti di lokasi kegiatan, tetapi diteruskan oleh tenaga kesehatan dan kader Posyandu kepada keluarga serta masyarakat di wilayah masing-masing.
“GERMAS bukan hanya slogan, tetapi gerakan nyata. Cegah penyakitnya, kenali risikonya, periksa lebih awal, dan hidup sehat setiap hari,” pesan Bupati.
BUPATI MINTA WARGA DUNWAHAN YANG BELUM TERDAFTAR BPJS DIVERIFIKASI
Selain persoalan kesehatan, Bupati Thaher juga memberikan perhatian terhadap akses jaminan kesehatan masyarakat.
Ia meminta melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Daerah dilakukan verifikasi dan validasi kembali terhadap masyarakat Ohoi Dunwahan dan sekitarnya yang belum tercakup dalam BPJS Kesehatan, sehingga dapat memperoleh perlindungan jaminan kesehatan sesuai ketentuan.
Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan tidak terbebani persoalan kepesertaan ketika harus mendapatkan pertolongan medis.
Menutup sambutannya, Bupati Thaher berharap kegiatan GERMAS, CKG dan pemeriksaan dokter spesialis dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Kampanye dan Pergerakan Masyarakat untuk Hidup Sehat (GERMAS), Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta pemeriksaan oleh Dokter Spesialis di Ohoi Dunwahan secara resmi dinyatakan dibuka.
0 Komentar