Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Bupati Malra Dorong Taman Doa Jadi Wisata Rohani Maluku Tenggara


Maluku Tenggara, liputan21.com - — Peresmian Taman Doa Kristus Raja Semesta Alam Stasi Santo Antonius De Padua Samawi, Kecamatan Kei Kecil Timur, Kabupaten Maluku Tenggara berlangsung penuh khidmat dan sukacita. Momentum ini menjadi simbol penguatan iman, persaudaraan, serta kebersamaan lintas umat di Bumi Larvul Ngabal.

Peresmian taman doa tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, Uskup Diosis Amboina Mgr. Seno Ngutra, pastor paroki, para suster, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta umat Katolik dan masyarakat lintas agama.

Dalam sambutannya, Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun menegaskan pentingnya persatuan antara pemerintah, agama, dan masyarakat sebagai kekuatan besar membangun daerah.

“Kalau tiga unsur ini diikat menjadi satu, maka akan menjadi kekuatan besar untuk membangun tempat ini. Taman doa ini bukan sekadar bangunan fisik atau tempat indah untuk dikunjungi, tetapi menjadi ruang perjumpaan antara manusia dengan Tuhan,” ujar Bupati.

Menurutnya, taman doa harus menjadi tempat umat datang membawa syukur, harapan, pergumulan, dan doa-doa kehidupan. Ia berharap tempat tersebut benar-benar dimanfaatkan bagi seluruh umat Katolik di Maluku Tenggara.

“Di tempat ini yang gelisah menemukan ketenangan, yang lemah memperoleh kekuatan, dan yang putus harapan menemukan harapan baru,” lanjutnya.

Bupati juga menyampaikan komitmen Pemerintah Daerah untuk mendukung pembangunan Gereja di Samawi pada waktunya nanti.

“Pemerintah daerah akan hadir bersama umat. Proposal pembangunan gereja nanti akan kami lihat, paling tidak bantuan sekitar Rp500 juta sampai Rp1 miliar akan kami siapkan,” ungkap Hanubun disambut tepuk tangan umat.

Sementara itu, Uskup Diosis Amboina Mgr. Seno Ngutra dalam sambutannya mengaku kagum dengan semangat umat kecil di Samawi yang mampu menghadirkan karya besar penuh iman.

“Kampung ini kecil dalam jumlah, tetapi besar dalam hati. Hari ini kalian membuktikan cinta dan kebersamaan yang luar biasa,” kata Mgr. Seno.

Ia menegaskan bahwa Taman Doa Kristus Raja Semesta Alam harus menjadi tempat terbuka bagi semua orang tanpa membedakan agama maupun latar belakang.

“Taman doa ini terbuka untuk semua. Kalau ada yang datang hanya untuk menikmati keindahan atau berfoto, izinkan mereka menikmati tempat ini. Kita tidak memaksa orang berdoa seperti kita, tetapi biarlah tempat ini menjadi ruang damai bagi siapa saja,” ujarnya.

Mgr. Seno juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan sekitar taman doa dengan menanam pohon-pohon besar agar ke depan kawasan tersebut menjadi tempat teduh dan nyaman bagi umat.

“Kita tidak hanya membangun, tetapi juga harus menanam kembali pohon-pohon sebagai bentuk merawat bumi, rumah kita bersama,” pesannya.

Dalam kesempatan itu, Mgr. Seno turut menyampaikan terima kasih kepada para donatur dari Jakarta, pemerintah daerah, serta seluruh umat yang telah mendukung pembangunan taman doa dan rencana pembangunan gereja.

Acara peresmian berlangsung meriah dan penuh nuansa persaudaraan. Kehadiran masyarakat lintas agama menjadi bukti kuat bahwa toleransi dan kebersamaan di Kabupaten Maluku Tenggara terus terjaga dengan baik.

Peresmian Taman Doa Kristus Raja Semesta Alam diharapkan menjadi pusat doa, wisata rohani, sekaligus simbol kedamaian bagi seluruh masyarakat Maluku Tenggara.

Posting Komentar

0 Komentar