Doa bersama yang melibatkan tokoh agama Islam, Katolik, dan Protestan ini diikuti oleh panitia, kepala sekolah, guru, serta seluruh unsur yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan Hardiknas yang telah berlangsung selama kurang lebih dua minggu.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Malra, Bin Raudha Arif Hanoeboen, dalam arahannya menegaskan bahwa capaian besar dalam rangkaian Hardiknas tahun ini bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari ketulusan dan kerja bersama.
“Kalau kita lihat di media sosial, kegiatan seperti ini mungkin baru pertama kali disaksikan di Maluku Tenggara dengan kemeriahan luar biasa. Ini bukan karena saya hebat, bukan karena panitia hebat, tapi karena Tuhan itu baik. Semua terjadi karena kerja tulus, hati yang ikhlas, dan komitmen kuat untuk memberikan yang terbaik bagi pendidikan,” ujarnya.
Ia mengakui, di tengah keterbatasan waktu dan anggaran, seluruh panitia mampu menghadirkan rangkaian kegiatan yang melampaui ekspektasi.
Bahkan, persiapan yang dilakukan dalam waktu kurang dari dua minggu itu tetap menghasilkan kegiatan yang meriah dan berdampak besar bagi masyarakat, khususnya para siswa.
“Memang kita capek, tapi ketika melihat anak-anak begitu bersemangat, itu menjadi kebahagiaan tersendiri. Mereka akhirnya mendapatkan panggung yang selama ini jarang diberikan. Ini yang membuat semua lelah terbayar,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, termasuk para guru dan panitia yang dengan penuh pengorbanan bahkan menggunakan dana pribadi demi kelancaran kegiatan.
“Dengan segala keterbatasan anggaran, banyak bapak ibu guru yang rela berkorban. Atas nama pribadi dan pemerintah daerah, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya,” ungkapnya.
Doa bersama ini menjadi simbol penyerahan seluruh ikhtiar kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan lintas agama dalam mendukung kemajuan pendidikan di Maluku Tenggara.
Selain itu, panitia juga diingatkan untuk memastikan kesiapan teknis, mulai dari pengaturan arus masuk dan keluar peserta, titik kumpul, hingga kesiapan perlengkapan seperti sound system guna menunjang kelancaran acara berskala besar tersebut.
Puncak peringatan Hardiknas 2026 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (2/5/2026), dengan melibatkan ribuan peserta dari berbagai jenjang pendidikan. Dengan semangat kolaborasi, kerja keras, dan keikhlasan yang telah dibangun, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan pendidikan sekaligus bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk menghadirkan karya besar.
0 Komentar