Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh para pelajar dan tenaga pendidik, tetapi juga menarik perhatian berbagai pihak, termasuk para ajudan pengawal serta asisten pribadi (aspri) Orang Nomor Satu di Maluku Tenggara yang turut berpartisipasi dengan mengunjungi stand-stand pameran.
Berbagai karya inovatif dan kreatif hasil karya siswa dipamerkan, mulai dari kerajinan berbasis kearifan lokal hingga inovasi pendidikan yang mencerminkan semangat belajar dan kreativitas generasi muda.
Salah satu pengunjung, Chaky Rahayaan, mengungkapkan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai pameran ini menjadi wadah yang sangat positif bagi siswa untuk menampilkan potensi dan kreativitas mereka kepada publik.
“Festival ini sangat luar biasa. Kita bisa melihat langsung hasil karya anak-anak yang kreatif dan penuh inovasi. Ini bukti bahwa pendidikan di Maluku Tenggara terus berkembang dan mampu melahirkan generasi yang unggul,” ujar Chaky.
Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan, sekaligus memotivasi para siswa untuk terus berkarya dan berprestasi.
Festival ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hardiknas 2026 yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan ruang ekspresi dan apresiasi bagi dunia pendidikan di daerah.
0 Komentar