Sejak dini hari, personel yang terlibat dalam operasi tersebut mulai menempati sejumlah Pos Pengamanan (Pos PAM), Pos Pelayanan (Pos Yan), serta Pos Terpadu yang telah disiapkan di beberapa titik strategis.
Penempatan personel ini bertujuan untuk memberikan rasa aman sekaligus pelayanan maksimal kepada masyarakat yang melakukan aktivitas maupun perjalanan mudik.
Kapolres Tual Whansi Des Asmoro melalui Kasi Humas Polres Tual Hamid Mahu menjelaskan bahwa personel telah ditempatkan di sejumlah lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat maupun jalur lalu lintas para pemudik.
Adapun Pos Pengamanan yang disiapkan di antaranya berada di kawasan Kota Tual, Pos Pam Terpadu Pelabuhan Yos Sudarso Kota Tual, Pos Pam samping Gereja Sion, Pos Pam Tete Pancing Alfamidi, Pos Pam Desa Ngadi, Pos Pam Desa Fiditan Kampung Lama, serta Pos Pam Desa Fiditan Kampung Baru.
Sementara untuk Pos Pelayanan ditempatkan di wilayah terluar yaitu Pos Yan Pulau-Pulau Kur dan Pos Yan Pulau Tayando.
Pelaksanaan Operasi Ketupat Salawaku 2026 akan berlangsung selama 13 hari, terhitung mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Operasi ini difokuskan pada pengamanan arus mudik dan arus balik, pusat keramaian, tempat ibadah, hingga objek wisata di wilayah hukum Polres Tual.
Selain itu, masyarakat yang mengalami kendala di perjalanan atau membutuhkan bantuan kepolisian dapat segera menghubungi layanan Call Center 110 yang tersedia secara gratis selama 24 jam.
Melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Salawaku 2026 ini, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif sehingga masyarakat dapat merasakan perjalanan mudik yang aman dan nyaman dengan semangat “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.”
0 Komentar