Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

100 Hari Kerja Bidang Keperawatan RSU Karel Sadsuitubun, Disiplin ASN Naik hingga 95 Persen dan Pelayanan Pasien Dipercepat

Maluku Tenggara, liputan21.com – Program 100 hari kerja Bidang Keperawatan RSU Karel Sadsuitubun Kabupaten Maluku Tenggara menunjukkan sejumlah perubahan signifikan dalam peningkatan disiplin pegawai, kebersihan lingkungan rumah sakit, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Program yang dipimpin Kepala Bidang Keperawatan Obetnego A. Ngabalin bersama dua Kepala Seksi Keperawatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari dukungan terhadap visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tenggara menuju pelayanan kesehatan yang lebih profesional serta mendukung agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Obetnego A. Ngabalin menjelaskan, setelah dilantik, pihaknya langsung melakukan konsolidasi internal bersama jajaran Bidang Keperawatan, kepala instalasi, kepala ruangan, serta organisasi profesi seperti Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

“Kami melakukan rapat kerja cepat sebanyak tujuh kali dalam dua minggu untuk menampung aspirasi bidang keperawatan yang melibatkan sekitar 240 pegawai dari total lebih dari 450 pegawai di RSU Karel Sadsuitubun,” ujarnya.

Dari konsolidasi tersebut, Bidang Keperawatan kemudian menyusun sejumlah langkah strategis, mulai dari revisi rencana strategis bidang, penyusunan usulan alat kesehatan dan fasilitas, hingga pembentukan tim kerja yang melibatkan unsur manajemen, komite keperawatan, organisasi profesi, serta seluruh kepala ruangan di 16 unit layanan rumah sakit.

Dalam pelaksanaannya, Bidang Keperawatan menetapkan tiga prioritas utama yang dianggap fundamental berdasarkan kondisi pelayanan dan keluhan masyarakat, yakni penegakan disiplin aparatur sipil negara (ASN), kebersihan lingkungan rumah sakit, serta peningkatan kualitas pelayanan dan sumber daya manusia.

Disiplin Pegawai Meningkat

Penegakan disiplin menjadi langkah awal yang dilakukan melalui penguatan budaya kerja di lingkungan RSU Karel Sadsuitubun. Hasilnya, tingkat kedisiplinan pegawai meningkat secara signifikan.

“Sebelumnya hanya sekitar 10 persen pegawai yang disiplin mengikuti apel. Setelah dilakukan penegakan disiplin, kini mencapai sekitar 95 persen,” kata Obetnego.

Apel rutin dilaksanakan pada pagi, siang, sore hingga malam hari sesuai sistem kerja tiga shift pelayanan rumah sakit. Bahkan pada hari libur dan Minggu apel tetap dilaksanakan dengan penyesuaian waktu ibadah.

Selain itu, pegawai yang tidak mengikuti apel sebanyak dua hingga tiga kali akan dipanggil oleh Seksi Etika dan Asuhan Keperawatan untuk dilakukan pembinaan disiplin secara internal.

“Sekitar 30 pegawai telah dipanggil untuk pembinaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan tanggung jawab dan profesionalisme ASN,” jelasnya.

Gerakan Bersih Rumah Sakit
Selain disiplin, Bidang Keperawatan juga menginisiasi gerakan kebersihan rumah sakit sebagai respons terhadap hasil inspeksi lapangan serta keluhan masyarakat terkait kondisi lingkungan RS.

Kegiatan gotong royong pembersihan dilakukan setiap Jumat dan Sabtu selama enam minggu, melibatkan seluruh tenaga perawat, bidan, dan pegawai rumah sakit.

Hasilnya, sebanyak 147 karung sampah berhasil dikumpulkan dari berbagai area rumah sakit, termasuk kamar jenazah, ruang cuci, ruang masak, instalasi gawat darurat, ruang rawat inap, hingga area halaman rumah sakit.

“Kami menargetkan rumah sakit yang bersih, aman, dan nyaman bagi pasien serta mendukung konsep green hospital,” ujarnya.

Saat ini tingkat kebersihan lingkungan rumah sakit telah mencapai sekitar 90 persen, sementara sisanya akan dilanjutkan secara berkala oleh petugas kebersihan dengan pengawasan manajemen rumah sakit.

Pelayanan Pasien Lebih Cepat

Perubahan juga terlihat dalam pelayanan pasien, khususnya di poliklinik. Jika sebelumnya pelayanan baru dimulai sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIT, kini pelayanan sudah dimulai sejak pukul 08.15 hingga 08.30 WIT.

Selain itu, operan shift perawat dan bidan juga dilakukan secara tepat waktu setelah apel, sehingga tidak lagi terjadi keterlambatan pelayanan.

Untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, Bidang Keperawatan juga melaksanakan berbagai pelatihan seperti Basic Life Support (BHD), Code Blue, pelatihan triase kegawatdaruratan, serta sosialisasi asuhan keperawatan gawat darurat.

Ke depan, sejumlah pelatihan lanjutan juga tengah dipersiapkan, antara lain pelatihan penanganan luka, pelatihan EKG, pelatihan penanggulangan bencana, serta pelatihan akreditasi rumah sakit.

“Kami ingin memastikan seluruh tenaga kesehatan memiliki kemampuan yang memadai dalam memberikan pelayanan yang cepat, aman, dan berkualitas kepada masyarakat,” katanya.

Obetnego mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan program tersebut. Namun pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan bersama seluruh tim kerja.

“Kami bersyukur karena dengan keterbatasan yang ada, kami tetap bisa bekerja bersama tim dan manajemen untuk melakukan perubahan. 

Hal yang baik akan kami pertahankan, sementara yang masih kurang akan kami evaluasi demi pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap langkah-langkah yang dilakukan dalam program 100 hari kerja tersebut dapat menjadi fondasi dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di RSU Karel Sadsuitubun serta mendukung visi pembangunan daerah.

“Semoga upaya ini dapat mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tenggara serta memberikan kontribusi bagi pembangunan kesehatan menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya.

Posting Komentar

0 Komentar