Setiap lilin yang dinyalakan menjadi simbol bahwa kenangan tentang Veronika tetap hidup. Bahwa suaranya tidak akan tenggelam oleh waktu, dan solidaritas tidak akan padam oleh rasa takut.
Cahaya-cahaya kecil yang menyala di tengah malam menjadi tanda bahwa cinta keluarga, sahabat, dan masyarakat terus menguat, berdiri teguh bersama mereka yang ditinggalkan.
Pada momen satu tahun kepergiannya, seribu lilin dinyalakan untuk mengenang seorang anak perempuan Kei yang hidupnya terenggut dalam sunyi, namun meninggalkan gema perjuangan yang tak pernah padam.
Lilin-lilin itu bukan sekadar cahaya, melainkan simbol doa, solidaritas, dan komitmen untuk terus menuntut keadilan yang jujur, transparan, dan tanpa pandang bulu.
Kami berdiri bersama keluarga, menguatkan dalam duka, menjaga ingatan, dan memastikan bahwa namanya tetap abadi dalam hati serta perjuangan.
Kami percaya, setiap nyala adalah doa, setiap cahaya adalah suara, dan setiap tetes air mata adalah pengingat bahwa nyawa manusia tak pernah bisa dinilai dengan apa pun.
Hari ini seharusnya ada tawa, kue kecil, dan doa yang dipeluk bahagia.
Namun yang ditiup hanyalah lilin dalam angin, sambil menyebut namamu pelan, Veronika.
Ulang tahunmu kini tinggal tanggal,
menjadi rindu yang tak pernah selesai.
Di antara air mata dan harap, kami percaya:
cahaya hidupmu tak pernah benar-benar padam.
Demi anakmu kau berjuang, sekalipun dalam hening.
Dan demi dirimu, kami tidak akan diam.
0 Komentar