Ketua Gerakan Edukasi Perempuan Kei (GEPKEI), Hani Nuhuyanan, dalam pernyataannya menegaskan bahwa penyalaan 1000 lilin bukan sekadar simbol cahaya, melainkan bentuk komitmen perjuangan menuntut keadilan.
“Seribu lilin ini bukan hanya cahaya, tetapi simbol doa dan suara. Setiap nyala lilin adalah harapan, setiap tetes air mata adalah saksi bahwa nyawa manusia tidak pernah bisa digantikan dengan apa pun. Perjuangan ini belum selesai. Keadilan harus ditegakkan secara jujur, transparan, dan tanpa pandang bulu,” tegas Hani.
Ia menyampaikan bahwa kenangan tentang almarhumah akan tetap hidup di hati keluarga dan masyarakat.
Momentum ulang tahun Veronika yang seharusnya menjadi hari bahagia, kini menjadi hari penuh rindu dan air mata. Namun demikian, keluarga dan para pendukung bersepakat untuk tidak tinggal diam hingga keadilan ditegakkan.
Sebagai bentuk fungsi kontrol sosial di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara, perwakilan Cipayung Plus turut menyatakan sikap solidaritas. Mereka menegaskan komitmen untuk terus mengawal proses penyelidikan kasus tersebut hingga terang-benderang.
“Kami akan terus hadir dan berlipat ganda mengawal kasus ini. Kami pastikan proses penyelidikan berjalan transparan, dan kami akan berkoordinasi dengan Kepolisian Kabupaten Maluku Tenggara,” ujar perwakilan Cipayung Plus dalam pernyataan sikapnya.
Sementara itu, Josua selaku perwakilan keluarga korban menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah menunjukkan dukungan dan solidaritas.
“Atas nama keluarga, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah bersama-sama mengawal persoalan ini. Kami berharap seluruh masyarakat, organisasi, dan komunitas dapat terus bersatu untuk mengungkap motif sebenarnya dan memastikan keadilan bagi almarhumah,” ungkapnya.
Koordinator Bidang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual terhadap Perempuan GEPKEI, Rohani Madubun, juga menyampaikan bahwa perjuangan ini dilandasi nilai kemanusiaan dan tidak boleh berhenti di tengah jalan.
“Keluarga tidak memiliki kekuasaan atau kekuatan finansial untuk melawan oligarki. Yang kita punya hanyalah solidaritas. Karena itu, perjuangan ini harus terus menyala. Keadilan untuk almarhumah adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Aksi 1000 lilin tersebut menjadi simbol bahwa masyarakat tidak akan melupakan peristiwa ini. Solidaritas lintas organisasi dan elemen masyarakat diharapkan mampu menjadi kekuatan moral dalam mendorong proses hukum yang adil serta memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban.
0 Komentar