Berdasarkan kronologis kejadian, aksi saling serang terjadi sekitar pukul 16.59 WIT. Situasi memanas ketika pada pukul 17.00 WIT massa dari Kampung Lama melakukan pelemparan bom molotov ke arah Kampung Baru.
Sepuluh menit kemudian, pukul 17.10 WIT, Wakapolres Tual Kompol Roni F. Manawan, S.Sos., MH. bersama personel Dalmas tiba di lokasi untuk melakukan upaya pengamanan dan memberikan imbauan kepada massa agar menghentikan aksi kekerasan.
Pada pukul 17.20 WIT, Kapolres Tual, Whansi Des Asmoro, yang menjabat sebagai Kapolres Tual, tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan langsung memimpin upaya pembubaran massa.
Namun, pada pukul 17.47 WIT, Kapolres Tual terkena panah waer yang mengenai lutut kaki kiri bagian bawah saat berupaya mengendalikan situasi. Hingga pukul 17.55 WIT, sebagian kelompok dari Kampung Lama masih melakukan perlawanan sebelum akhirnya diarahkan kembali ke pos pengamanan di depan puskesmas.
Untuk memperkuat pengamanan, pada pukul 18.30 WIT personel Yon C Pelopor Sat Brimob Polda Maluku yang dipimpin Dansat Brimob KBP Irfan S.P. Marpaung, S.I.K., M.Si turut tiba di lokasi. Sementara itu, massa dari kedua kelompok mulai membubarkan diri dan kembali ke kompleks masing-masing sekitar pukul 18.10 WIT.
Adapun korban yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Karel Sadsuitubun Langgur yakni:
1. Whansi Des Asmoro, Kapolres Tual, mengalami luka akibat panah di lutut kaki kiri bagian bawah.
2. RRT (19), pelajar/mahasiswa asal FKB mengalami luka panah di kaki kiri pada pangkal jari telunjuk.
Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti bentrokan serta mengambil langkah-langkah penanganan guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
(Humas Polres Tual)
0 Komentar